Virus Corona

Temuan Peneliti Australia, Bongkar Praktik Jual Beli Darah Pasien Virus Corona di Pasar Gelap

temuan Peneliti Australia, bongkar praktik jual beli darah pasien Virus Corona covid-19 yang sembuh di pasar gelap.

Kolase TribunKaltim.co / iStockphoto
Diam-diam darah pasien Virus Corona yang sembuh dijual di pasar gelap, ini temuan peneliti Australia 

TRIBUNKALTIM.CO - Terungkap temuan Peneliti Australia, bongkar praktik jual beli darah pasien Virus Corona covid-19 yang sembuh di pasar gelap.

Kabar mengejutkan dibongkar Peneliti Australia terkait pandemi Virus Corona alias covid-19.

Kondisi pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia ini, tampaknya juga dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Baru-baru ini, Peneliti Australia mengklaim telah menemukan praktik jual beli darah pasien Virus Corona di pasar gelap online.

Dalam sebuah laporan terbaru, ternyata banyak hal mengejukan yang dijual di pasar gelap terkait dengan covid-19.

Achmad Yurianto Terang-terangan Beber Kontroversi Soal Si Kaya & Miskin, Ini Kata Jubir Covid-19

Lagi Donald Trump Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di China, Mengaku Punya Bukti

Covid-19 di Pabrik Sampoerna Buat Khofifah dan Risma Tak Akur? Pemkot Surabaya Bantah Gubernur Jatim

Melansir Intisari yang mengutip Daily Mirror, salah satu temuan paling mengejutkan yang dijual di pasar gelap adalah darah pasien covid-19 yang sudah sembuh.

Penemuan ini, didapatkan oleh Peneliti dari Universitas Nasional Australia yang membuat penelitian tentang penjahat cyber.

Dalam laporan itu mereka menemukan para penjahat, ternyata meneksploitasi krisis Virus Corona, di dalam bisnis di pasar gelap, ungkap Australian Institute of Criminology.

Salah satunya termasuk dalam daftar ekploitasi adalah darah pasien covid-19 yang telah sembuh.

Diketahui darah itu berada di antara ratusan produk yang dijual di dark web, yang ditemukan tim hanya dalam satu hari penelitian.

Lantas, darah pasien covid-19 yang sudah sembuh itu digunakan untuk apa dan mengapa dijual?

Menurut keterangan, darah pasien yang sembuh dari covid-19 diduga digunakan untuk "vaksin pasif" untuk melawan Virus Corona.

Peneliti utama, Rod Broadhurst mengatakan kepada Radio ABC, darah itu akan digunakan untuk menyuntikkan seseorang yang mungkin rentan terhadap covid-19.

Dia menambahkan, "kata saya itu adalah vaksin pasif, di mana plasma darah pasien covid-19 yang sembuh diambil untuk antibodi," ucap Peneliti Australia itu, Jumat (1/5/2020)

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved