Virus Corona di Bontang

Ada Pandemi Corona, Sejumlah Proyek Pembangunan Bontang Batal, Sekda Beberkan Proyek yang Prioritas

Pandemi covid-19 jadi dalang penyebab terjadinya resesi ekonomi pada 2020. Anggaran pendapan belanja daerah (APBD) pemerintah kabupaten

TribunKaltim.CO/Muhammad Fachri Ramadhani
Sekda Bontang, Aji Erlynawati. Pandemi covid-19 jadi dalang penyebab terjadinya resesi ekonomi pada 2020. Anggaran pendapan belanja daerah (APBD) pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur tahun 2020 dipastikan terpangkas 50 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pandemi covid-19 jadi dalang penyebab terjadinya resesi ekonomi pada 2020. Anggaran pendapan belanja daerah (APBD) pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur tahun 2020 dipastikan terpangkas 50 persen.

Kondisi tersebut berlaku di Bontang, Kalimantan Timur. Pemerintah kota Bontang wajib melakukan realokasi anggaran belanja modal dan belanja barang atau jasa.

Sesuai dengan instruksi Kemendagri dan Kemenkeu dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) pada 9 April 2020 lalu.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co via sambungan telepon.

BACA JUGA:

 Balikpapan Ajukan PSBB, Gubernur Kaltim Setuju, Isran Noor: Saya Kira Memang Sebuah Kewajaran

 34 Tenaga Medis Puskesmas Long Ikis Positif Corona, DPRD Paser Usul Mereka Dibawa Saja ke Grogot

 Pandemi Corona, Mahakam Ulu Terapkan Kebijakan Penutupan Wilayah, Kadinkes Mahulu Beberkan Alasannya

"Tentu kami, kan, ada instruksi SKB dari dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, yang harus merecofusing dana yang ada, atau realokasi belanja modal barang dan jasa 50 persen," jelasnya.

Untuk diketahui, belanja modal dirasionalisasi 50 persen dengan memangkas anggaran, di antaranya pengadaan kendaraan dinas, tanah, renovasi ruangan atau gedung, pembangunan gedung, mesin dan alat berat. Pun dengan belanja infrastruktur lainnya yang notabene bisa ditunda hingga tahun selanjutnya.

Saat ditanya apakah hal tersebut berpengaruh kepada perencanaan pembangunan yang telah dirancang pada Musrenbang.

Aji memastikan hal tersebut mengganggu perencanaan program pembangunan yang telah dirancang sebelumnya.

"Pasti mengganggu program yang sudah direncanakan. Ya, harus melihat lagi, lalu membuat prioritas yang sesuai dengan keperluan," ujarnya.

BACA JUGA:

 BREAKING NEWS 34 Petugas Medis di Puskesmas Long Ikis Paser Positif Corona dari Hasil Rapid Test

 TERBARU Kontak Erat Pasien Positif Corona yang Meninggal di Bulungan Kaltara, Negatif Covid-19

 Asosiasi Puskesmas Kalimantan Timur Sempat Khawatir, Petugas Medis Tumbang karena Keganasan Corona

"Gak ada Musrenbang ulang, (alokasi anggaran) kami lebih fokus kesehatan di covid-19. Semua arahan menteri begitu, diarahkan ke sana," sambungnya.

Lebih lanjut, proyek-proyek pembangunan selain untuk kesehatan dan pendidikan dipastikan tertunda. Namun pihaknya memastikan bahwa program penanganan banjir masih jadi prioritas pemerintah kota Bontang.

"Detail pembangunan yang ditunda bisa lebih jelas ke dinas terkait. Saya belum lihat juga. Tapi insya allah untuk prioritas masih ke penanganan banjir," tegasnya.

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Bontang

( TribunKaltim.co/Fachri )

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved