Breaking News:

Covid-19 dan Hikmad Isu Ketidakjujuran

DALAM kondisi pandemi Covid-19 sedang meningkat, sangat penting bagi kita semua untuk lebih berhatihati membagikan informasi di media sosial kita. Hoa

IST
Muthi' Masfu'ah 'Ma'ruf' AMd, CN NLP 

DALAM kondisi pandemi Covid-19 sedang meningkat, sangat penting bagi kita semua untuk lebih berhatihati membagikan informasi di media sosial kita. Hoax dan informasi yang salah dapat menyebabkan kerugian, kebingungan, bahkan bisa membuat masyarakat takut dan panik.

Kita semua punya tanggung jawab untuk membantu mengurangi penyebaran informasi yang salah dengan memastikan bahwa kita hanya memberikan informasi yang benar atau telah terverifikasi.

Khususnya Bontang, sepekan terakhir dibuat heboh dengan sebuah informasi. Kehebohan itu terkait isu ketidakjujuran orangtua pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dalam memberikan informasi. Sehingga kemudian menyebabkan hasil rapid test 35 tenaga medis di dua rumah sakit Bontang, reaktif.

Seperti diberitakan media online, Kaltim Today, 27 April lalu, 'Keliru dari Isu Ketidakjujuran Orangtua PDP Meninggal di Bontang, Rapid Test Reaktif Puluhan Tenaga Medis Tidak Berkaitan Kasus PDP Meninggal.

Di media sosial, banyak orang ‘latah’ menyampaikan kecaman dengan katakata kasar kepada orangtua PDP meninggal di Bontang yang dianggap tidak jujur tersebut. Komentar itu dipicu disinformasi dan hoax yang bertebaran di grup-grup whatsapp.

Stigma negatif pun dialamatkan bertubitubi kepada orangtua tersebut. Stigma yang justru menambah tekanan psikologis setelah dia kehilangan buah hati tercinta.

Kabar bahwa petugas medis di Bontang reaktif rapid test akibat menangani PDP meninggal dibantah.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahauddin menyatakan, jika tes cepat atau rapid test kepada tenaga medis di Kota Taman dilakukan bukan karena temuan

PDP bocah 8 tahun meninggal. Jauh sebelum kasus itu, tes cepat untuk tenaga medis di Bontang sudah dijadwalkan.
“Kebetulan alat rapid testnya datang bersamaan saat PDP berusia 8 tahun meninggal,” ungkap Bahauddin.

Dijelaskan Bahauddin, dari hasil rapid test kepada seluruh tenaga medis di Bontang, ada 35 orang dengan hasil reaktif. Namun, belum ada satu pun dari mereka yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid19 dari hasil uji swab – pengujian yang memastikan seseoarang terinfeksi virus corona jenis baru atau tidak.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved