Dorong Petani di Paser untuk Terus Menanam, Jangan Sampai Pandemi Covid-19 Berlanjut Krisis Pangan

Meski di tengah mewabah Virus Corona atau covid-19, petani Kabupaten Paser, Kalimantan Timur kembali melakukan panen raya padi.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SARASSANI
Panen raya padi di Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Paser, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER – Meski di tengah mewabah Virus Corona atau covid-19, petani Kabupaten Paser, Kalimantan Timur  kembali melakukan panen raya padi.

Semangat ini menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanholtik) Paser H Karoding, sangat membantu Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Paser.

“Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot melaksanakan panen raya padi. Panen di sana dilakukan secara gotong royong, makanya masa tanam dan panennya hampir bersamaan. Dan akhir bulan Mei ini, 29 hektar  padi sawah di Sempulang sudah panen semua,” kata Karoding, Senin (4/5/2020).

Didampingi Kabid Hotikultura Yusuf, Karoding lebih lanjut mengatakan bahwa luas tanam 29 Ha padi varietas Mekongga ini dengan rata-rata produksi 4,2 ton Gabah Kering Giling (GKG)/Ha, sehingga 29 padi sawah Desa Sempulang nantinya memproduksi 121,8 ton GKG.

Hingga bulan April 2020, lanjut Karoding, Kabupaten Paser telah memproduksi 11.000 ton GKB atau 7.500 ton beras, sehingga hasil bulan Mei akan menambah produksi beras sebelumnya.

"Panen padi di desa lain masih terus berjalan, jadi akan menambah produksi sebelumnya," ucapnya.

Baca Juga

Wabah Corona Landa Kalimantan Timur, Petani di Paser Tetap Bekerja, Panen Raya Padi  

Usai Panen Raya Stok Beras di PPU Aman, Pemerintah Batasi Permintaan dari Banjarmasin yang Melonjak

Resmikan Digital Center di Desa Bangunrejo Kukar, Bantu Petani Jual Hasil Panen Dengan Gaya Digital

Sesuai jumlah penduduk saat ini, kebutuhan beras Kabupaten Paser 25.000 ton beras/tahun atau 2.083 ton beras/bulan.

Dengan produksi beras hingga akhir bulan Mei nanti, ditambah produksi musim tanam berikutnya, Distanholtik optimis Kabupaten Paser tahun ini bisa swasembada beras.

"Makanya setelah petani panen, kita dorong agar mereka menanam kembali. Petani ingin mengolah lahannya, kita bantu Zonder, luas lahan 10-20 hektar bisa digarap dalam waktu singkat. Sawah petani diserang hama, petani mau panen kita bantu combain, diserang hama kita bantu juga,” sambungnya.

Sebagian hasil produksi beras musim tanam periode ini dibeli pedagang beras Samarinda dan Banjarmasin. Karena itu, jika beras dari Sulawesi masuk ke Kabupaten Paser, bukan berarti produksi beras Kabupaten Paser tidak mencukupi kebutuhan daerahnya sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved