Berita Pemkab Kutai Timur

Warga yang Kontak Langsung dengan PDP Diminta Lapor ke Dinkes Kutim

Saat ini, menurutnya, pasien yang dirawat di RSUD Kudungga Sangatta, sisa 40 orang dari 44 orang sebelumnya. Pasien terkonfirmasi positif sisa 19

Tribun kaltim/Margaret Sarita
Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani Hasanal saat mengikuti rapat koordinasi dengan paguyuban di Kutim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal meminta warga tidak memusuhi bila ada Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di lingkungan pemukimannya. Tapi cukup jaga jarak dan awasi agar tidak jalan-jalan keluar rumah.

Hal ini diungkapkan dr Bahrani saat rapat koordinasi antara pemerintah kabupaen dengan paguyuban se Kutim, Senin (4/5/2020). “Kalau dimusuhi, itu menjadi salah satu penyebab, ODP maupun PDP itu berbohong dan melakukan perlawanan,” kata Bahrani.

Saat ini, menurutnya, pasien yang dirawat di RSUD Kudungga Sangatta, sisa 40 orang dari 44 orang sebelumnya. Pasien terkonfirmasi positif sisa 19 orang dan semuanya dalam kondisi stabil. Ada 30 orang menunggu hasil swab dan sudah dilakukan penelusuran. Ada juga satu ODP yang reaktif terhadap rapid test baru dikirim dari Kecamatan Muara Wahau.

Di hadapan para perwakilan paguyuban di Kutai Timur, dr Bahrani juga mengungkapkan soal hasil rapid test dokter kandungan di Kutim yang reaktif. Yakni, dokter Okta. Agar masyarakat tidak terlalu resah.

Pemkab PPU Fokus Bangun Relokasi Rumah Warga Korban Kebakaran di Penajam

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Bentuk Tim Seleksi Jabatan Tinggi Pratama

Dapat Lampu Hijau dari Gubernur Kaltim, Balikpapan Belum Resmi Usulkan PSBB

Kapolres Serahkan 40 Baju Hamzat untuk Tim Medis Covid-19 Bontang, Boyke Minta Jangan Merasa Sendiri

“Saat ini, dokter tersebut tengah menjalani isolasi di rumah. Karena keluarganya juga dalam kondisi baik-baik saja. Tes swab sudah dilakukan, tinggal menunggu hasilnya,” ujar Bahrani.

Namun, ia menyarankan pada warga yang pernah berkontak dengan dokter tersebut, atau pernah melakukan pemeriksaan di rumah sakit tempat dokter tersebut praktik, bisa lapor ke Dinas Kesehatan Kutim untuk rapid test. “Untuk lebih memastikan kondisi kesehatan, silakan lapor ke Dinas Kesehatan untuk rapid test. Apalagi kalau ada gejala,” ungkap Bahrani.

Pihaknya berharap, jumlah pasien di rumah sakit tidak bertambah agar di pertengahan Ramadhan, angka penderita semakin menurun. “Analisa saya, beranjak dari pasien yang saat ini dirawat, penderita Covid-19 di Kutim, mengalami gejala ringan. Bila tidak ada penyakit penyerta, bisa sembuh lebih cepat. Karena, mereka yang dirawat saat ini kondisinya baik semua,” ujarnya.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved