Didi Kempot Meninggal

Didi Kempot Didiagnosis Henti Jantung, Ini Penyebab, Gejala dan Bedanya dengan Serangan Jantung

Seniman campur sari, Didi Kempot didiagnosis mengalami henti jantung, ini penyebab, gejala dan bedanya dengan serangan jantung

TRIBUNNEWS/HUSEIN SANUSI
Keluarga dan kerabat berdoa di makam Didi Kempot di pemakaman umum Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jatim, Selasa (5/5/2020). Musisi yang bernama asli Donisius Prasetyo tersebut meninggal pada hari ini di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta akibat sakit. Seniman campur sari, Didi Kempot didiagnosis mengalami henti jantung, ini penyebab, gejala dan bedanya dengan serangan jantung 

TRIBUNKALTIM.CO - Seniman campur sari, Didi Kempot didiagnosis mengalami henti jantung atau Henti Jantung Mendadak ( HJM ), ini penyebab, gejala dan bedanya dengan serangan jantung.

Hari ini, Selasa 5 Mei 2020, pukul 07.45 WIB, Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa tengah. 

Dari diagnosis dokter, penyebab kematian Godfather of Broken Heart itu adalah diagnosis henti jantung.

“Henti napas, henti jantung. Setelah kita lakukan pertolongan, kita resusitasi.

Namun karena kondisi pasien buruk, pasien tidak tertolong. Pukul 07.45 dinyatakan meninggal oleh dokter,” tutur Manajer Humas RS Kasih Ibu Solo, Divan Fernandez seperti dikutip dari KompasTV, Selasa (5/5/2020).

Henti Jantung Mendadak ( HJM ) adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

 Mengenang The Godfather of Broken Heart, Asal Mula Nama Panggung Didi Kempot dan Perjalanan Musiknya

 Perjuangan Didi Kempot Jual Sepeda Buat Beli Gitar, Ngamen hingga Jadi The Godfather of Broken Heart

 Kenang Konser Amal dari Rumah Didi Kempot, Ini Ucapan Duka Cita dan Momen Jokowi Jadi Sobat Ambyar

 Didi Kempot Dimakamkan di Samping Makam Anak Pertamanya, Ribuan Sobat Ambyar Antarkan ke Pemakaman

Tak Terlihat di Konser Terakhir, Dory Harsa Melayat ke RS, Ini Ucapan Duka Citanya untuk Didi Kempot

Di Indonesia berdasarkan data tahun 2014, Kementerian Kesehatan memperkirakan terdapat 10.000 orang per tahun yang mengalami HJM.

Hal itu berarti dalam setiap hari, ada 27 kasus HJM.

Pada 2016, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) juga menemukan kasus HJM berkisar antara 300.000 – 350.000 tiap tahunnya.

Angka tersebut diperkirakan terus bertambah mengingat korban penyakit jantung coroner dan stroke diperkirakan akan mencapai 23,3 juta orang pada 2030.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved