Berita Pemprov Kalimantan Utara

Kasus Corona Bertambah di Kaltara, Gubernur Irianto Instruksikan Rapid Test Massal Masyarakat

Ia juga meminta agar optimalisasi laboratorium uji sampel swab Covid-19 di RSUD Pemprov di Tarakan dipercepat.

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI DWI PRASETIYO
ILUSTRASI - Tim medis yang tangani pasien Corona. Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara mengirimkan swab hari ini, Minggu (3/5/2020). 

TANJUNG SELOR - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mewacanakan pemberlakuan rapid test secara massal di masyarakat.

Hal ini bentuk respon Gubernur Kaltara atas terus bertambahnya kasus Covid-19 di tiga kabupaten dan satu kota di Kaltara.

Dalam rapat staf di gubernuran, Senin (4/5/2020) Gubernur meminta Kepala Dinas Kesehatan Usman membeli alat rapid test dalam jumlah banyak.

RAPAT STAF - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memimpin rapat staf di Kantor Gubernur, Tanjung Selor, Senin (4/5/2020). Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Usman membeli alat rapid test dalam jumlah banyak.
RAPAT STAF - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memimpin rapat staf di Kantor Gubernur, Tanjung Selor, Senin (4/5/2020). Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Usman membeli alat rapid test dalam jumlah banyak. (HUMASPROV KALTARA)

“Pak Usman, saya minta tambah rapid test Kalau perlu, kita perlu rapid test massal. Meski itu bukan hasil akhir, paling tidak 40-60 persen diketahui," kata Gubernur.

Ia juga menegaskan agar Dinas Kesehatan melakukan pengadaan barang dan jasa yang tepat dalam penanganan Covid-19.

Ia juga meminta agar optimalisasi laboratorium uji sampel swab Covid-19 di RSUD Pemprov di Tarakan dipercepat.

"Target kita, bulan ini harus jadi. Kalau bisa, telepon Pak Doni (Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat) untuk mengkomunikasikan apa saja yang diperlukan," ujarnya.

Gubernur juga menekankan kedisiplinan menerapkan standar protokol kesehatan sebagai upaya meredam penyebaran Covid-19. Lingkungan Pemprov Kaltara harus menjadi contoh penerapan standar kesehatan bagi masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan diskriminasi terhadap pasien Covid-19 dan keluarganya.

"Jangan ada penolakan pasien positif Covid-19 di Kaltara. Jangan kehilangan akal sehat. Yang penting itu jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker. Lalu juga meningkatkan kekebalan tubuh masing-masing," tutupnya.(adv/humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved