Breaking News:

Kemenag Kaltim Masih Tunggu Keputusan Soal Haji dan Umrah

Kabar segera akan dibukanya Masjidil Haram, untuk kepentingan ibadah umat muslim di dunia memberi angin segar bagi para jemaah calon haji

TRIBUNKALTIM.CO, PURNOMO SUSANTO
Kepala Kantor Kemenag Kaltim, Sofyan Noor 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kabar segera akan dibukanya Masjidil Haram, untuk kepentingan ibadah umat muslim di dunia memberi angin segar bagi para jemaah calon haji dan umrah di Indonesia.

Mengenai kabar tersebut, Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Provinsi Kalimantan Timur atau Kaltim belum dapat memberikan informasi kepastian pembukaan pintu masuk ke negara yang dipimpin Raja Saud tersebut.

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kaltim, Sofyan Noor mengungkapkan, sampai saat ini Kemenag Kaltim terus melakukan koordinasi dengan Kemenag RI soal penyelenggaran ibadah haji dan umrah tahun 2020 ini.

“Sebenarnya, pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kemenag terus melakukan komunikasi intens dengan pemerintah Arab Saudi terkait haji dan umrah,” ujarnya saat dihubungi awak Tribunkaltim.co melalui telepon selularnya, pada Selasa (5/5/2020).

Hasil dari komunikasi tersebut, Sofyan menuturkan, Kemenag Kaltim masih menunggu informasi maupun keputusan pemerintah Indonesia. Namun demikian, Kemenag Kaltim terus akan melakukan persiapan-persiapan.

Kemenag Kalimantan Utara Siapkan Dua Skenario Pelaksanaan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Pada Tahap Pertama 85 Persen Calon Haji Asal Kaltara Lakukan Pelunasan BPIH

Akibat Pandemi Virus Corona, Kemenag PPU Gelar Manasik Haji Secara Online

“Jadi, kita juga masih menunggu keputusan selama bulan Mei ini. Sembari menunggu keputusan itu, kita tetap melakukan persiapan untuk menyelenggarakan haji dan umrah,” katanya.

Mengingat, dibeberkan Sofyan, penyelenggaraan ibadah Haji kurang lebih dua bulan mendatang maka persiapan dalam menyelenggarakan haji dan unrah memiliki cukup waktu. Dikatakan pula olehnya, ada dua skenario yang disiapkan Kemenag Kaltim dalam menghadapi hal ini.

“Akhir Mei ini kan, tepatnya setelah Idul Fitri masih ada waktu kurang lebih dua bulan. Nah durasi waktu itu bisa kita gunakan untuk mempersiapkan keberangkatan,” tandasnya.

“Akan tetapi, bila belum ada keputusan pada bulan Mei. Ini soal dibuka atau tidaknya Masjidil Haram untuk ibadah haji dan umrah, maka kita akan melakukan persiapan di bulan Juni. Ya semoga saja, persoalan ini segera berakhir,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, kepastian pembukaan pintu masuk ke Arab Saudi belum juga datang. Mengingat wabah Covid-19 (Virus Corona) di Dunia semakin merajalela. Kemungkinan penundaan, atau mungkin pembatalan keberangkatan sangat besar.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved