Breaking News:

Ratusan Burung Cucak Ijo Kalimantan Gagal Berlayar ke Surabaya, Dicegat Petugas Pelabuhan Semayang

Hutan Kalimantan menyimpan banyak kekayaan sumber daya alam hewan maupun tumbuhan. Tak heran jika hutan Kalimantan disebut sebagai paru-paru bumi

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SITI ZUBAEDAH
Pelepasliaran ratusan ekor burung cucak ijo yang disita di Pelabuhan Semayang Balikpapan, di hutan lindung Sungai Wain, Selasa (5/5/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hutan Kalimantan menyimpan banyak kekayaan sumber daya alam hewan maupun tumbuhan. Tak heran jika hutan Kalimantan disebut sebagai paru-paru bumi.

Akan tetapi banyak oknum yang tidak bertanggung jawab merusak dan mengeksploitasi secara ilegal kekayaan alam yang dimiliki hutan Kalimantan tersebut.

Di Pelabuhan Semayang Balikpapan. Petugas Kepolisian dan Pejabat Karantina Pertanian Balikpapan berhasil menggagalkan ratusan ekor burung yang akan dibawa ke Surabaya.

"Kejadian tersebut terungkap dari kecurigaan petugas terhadap mobil truck besar berwarna hijau yang ditutupi terpal yang sedang antre masuk ke KM Mutiara Sentosa II yang akan berlayar ke Surabaya," kata Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman melalui siaran resmi.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terdapat 24 keranjang buah plastik di dalamnya terdapat ratusan burung cica daun besar atau biasa disebut cucak ijo tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dan jenis burung tersebut termasuk hewan yang dilindungi sehingga tidak diperbolehkan untuk dilalulintaskan.

Balai Karantina Pertanian Balikpapan Salurkan Paket Sembako ke Sopir Angkot

Mau Dibawa ke Pare-pare, Satwa Dilindungi & Kucing Anggora Diamankan Karantina Pertanian Samarinda

Balai Karantina Pertanian Balikpapan Musnahkan Tanaman dan Makanan Berpenyakit dari 6 Negara

Kemudian burung tersebut diamankan oleh karantina pertanian Wilker Pelabuhan Laut Semayang. Selanjutnya dilakukan serah terima ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA perwakilan Kota Balikpapan dengan menandatangani berita acara serahterima.

Pda hari yang sama dilakukan pelepasanliaran di Hutan Lindung Sungai Wain ( HLSW ) yang merupakan habitat asli dari burung tersebut.

"Mari terus jaga dan lestarikan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki. Lapor dan periksakan ke pejabat karantina apabila membawa hewan dan tumbuhan," katanya. (dha)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved