Liga 2

Pendapatan yang Hilang Rp 600 Juta - Rp 700 Juta/Bulan, Persiba Balikpapan Tetap Penuhi Kewajiban

Kompetisi sepak bola baik Liga1 maupun Liga 2 hingga saat ini masih terhenti. Kapan bergulirnya kompetisi juga masih belum ada kejelasan,

TRIBUNKALTIM.CO, CAHYO ADI WIDANANTO
Ketua Umum Persiba Balikpapan Gede Widiade klaim Persiba Balikpapan merugi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kompetisi sepak bola baik Liga1 maupun Liga 2 hingga saat ini masih terhenti. Kapan bergulirnya kompetisi juga masih belum ada kejelasan. Hal ini menyebabkan sebagian klub mengalami kerugian. Seperti halnya yang dialami oleh Persiba Balikpapan, Rabu (6/5/2020).

Ketua Umum Persiba Balikpapan Gede Widiade mengaku dalam satu bulan terakhir ini, klub kebanggaan kota minyak Persiba Balikpapan mengalami penurunan potensi pendapatan yang terhitung tidak sedikit nominalnya.

Gede mengaku skuat Beruang Madu dalam hitungan satu bulan terakhir ini dapat meraup pendapatan hingga 700 juta. Sayangnya kini tim harus mengalami kerugian.

"Antara Rp 600 juta sampai Rp 700 juta per bulan pendapatan yang hilang," ujar Gede Widiade saat bincang-bincang sepak bola di akun instagram pribadinya belum lama ini.

Pria kelahiran Bali ini menguraikan darimana saja terkait pendapatan yang diperoleh tim selama ini, pendapatan itu didapat dari tiket penonton, penjualan jersey hingga sewa mini soccer field. Sayangnya pendapatan itu kini harus tersendat dan merugi, tak lain akibat wabah yang sedang terjadi saat ini.

Arsitek Lapangan Persiba Balikpapan Angel Alfredo Vera sudah Rindu Kompetisi

Pandemi Covid-19, Punggawa Persiba Diego Michiels Manfaatkan Waktu Luang Main Playstation

Sempat jadi Anak Buah Angel Vera, M Yogi Novrian Bertekad Tembus Starting Eleven Persiba Balikpapan

Liga 2 Terkendala Pandemi Corona, Punggawa Persiba Balikpapan Kangen Merumput

"Dari laga kandang saja, bisa mendapat Rp 200 juta setiap laga, itu baru laga kandang. Belum lagi sewa lapangan dan penjualan jersey serta subsidi jika diberikan per bulan," tambahnya.

Kendati demikian, ia menilai pendapatan yang berhasil diperoleh Persiba Balikpapan masih tergolong kecil. Lain halnya jika dibandingkan dengan tim-tim Liga 1.

Wajar saja besarnya animo penonton serta para sponsor nilainya jauh lebih tinggi. Bisa dibilang pendapat tim Liga1 jauh lebih besar empat kali lipat dari pendapatan tim kesayangan Kota Minyak. Jadi dapat dipastikan pemilik tim Liga1 jauh lebih merugi.

"Pemilik klub jelas terdampak. Apalagi banyak yang memiliki bisnis, bisnis mereka juga tersendat pastinya. Jelas mereka juga mengalami banyak kerugian," ucapnya.

Kendati Persiba mengalami kerugian, tim tetap memenuhi kewajibannya yakni membayar gaji seperti yang sudah dikeluarkan oleh PSSI kepada pemain.

"Soal kewajiban gaji tidak boleh sampai tidak diberikan. Apalagi tim Liga 1 yang selama ini banyak menggunakan tenaga pemain-pemain luar. Jangan sampai kompetisi sepak bola kita ini tercoreng. Karena banyak pemain asing yang menilai kompetisi sepak bola kita ini bagus," tuturnya.

Penulis: Cahyo Adi Widananto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved