Berita Pemprov Kalimantan Utara

Ekonomi Kaltara Tumbuh Realistis 5,01 Persen, Sektor Informasi dan Jasa Kesehatan Melaju Pesat

Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha, kecuali Industri Pengolahan dan Jasa Perusahaan yang mengalami kontraksi

HUMASPROV KALTARA
Grafis Statistik Pertumbuhan Ekonomi Kaltara 

TANJUNG SELOR - Ekonomi Provinsi Kaltara triwulan I 2020 tumbuh realistis sebesar 5,01 persen (YoY). Dibanding dengan triwulan I tahun sebelumnya, memang mengalami perlambatan.

Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha, kecuali Industri Pengolahan dan Jasa Perusahaan yang mengalami kontraksi pertumbuhannya.

Pertumbuhan terbesar dicapai oleh Konstruksi sebesar 9,86 persen; diikuti Komunikasi dan Informasi sebesar 9,43 persen; Pertanian Kehutanan dan Perikanan sebesar 9,35 persen; dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,85 persen.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, sumbangsih setiap sektor lapangan usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara cukup dinamis. Catatan peristiwa ekonomi sepanjang triwulan I 2020 dari sisi sektor pertanian misalnya, memasuki siklus masa panen, produksi padi, sayur-sayuran, buah dan kelapa sawit tercatat meningkat.

Namun peningkatan itu tidak diikuti oleh hasil peternakan dan perikanan. Harga produk perikanan seperti rumput laut, udang dan beberapa jenis ikan juga mengalami penurunan.

“Sementara di sektor pertambangan dan penggalian, pertambangan migas misalnya mengalami penurunan atau kontraksi akibat turunnya realisasi pengeboran dan permintaan. Produksi emas dan batu bara masih mengalami peningkatan,” kata Gubernur.

Peningkatan produksi batu bara, tambahnya, sejalan dengan peningkatan kuota batu bara tahun ini yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya baik di dalam maupun luar negeri. Pada sektor industri manufaktur, industri makan minum dan kayu mengalami penurunan yang cukup besar.

Hal ini seiring dengan turunnya produksi udang dan kayu sebagai bahan baku yang mengalami penurunan. Kemudian pasa sektor pengadaan listrik dan gas, volume distribusi listrik PLN dan penyediaan gas tumbuh positif.

“Di sektor konstruksi, berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, pengadaan semen mengalami kontraksi. Begitu juga produk material lain sebagai bahan baku konstruksi,” ujarnya.

Merebaknya wabah Covid-19, membuat sektor transportasi dan pergudangan sedikit terpukul. Jumlah penumpang transportasi umum mengalami penurunan. Pandemi Covid-19 ikut menurunkan mobilisasi masyarakat.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved