Breaking News:

Implementasi Ibadah 3.0 di Tengah Pandemi

BULAN Ramadan adalah bulan yang dinanti-nanti umat Islam dalam menjalankan ibadah karena banyaknya kelebihan-kelebihan di dalamnya. Di antara kelebiha

TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi-Situasi masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1441 H 

BULAN Ramadan adalah bulan yang dinanti-nanti umat Islam dalam menjalankan ibadah karena banyaknya kelebihan-kelebihan di dalamnya. Di antara kelebihannya, bulan Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al Qurán, dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.

Bulan penuh berkah dan pengampunan, melipatgandakan pahala, bulan yang di dalamnya terdapat malam lebih baik dari 1000 bulan, bulan mustajabahnya doa, serta bulan yang mengajarkan tentang kesabaran dan meningkatkan ketakwaan.

Saat semua umat Islam bergembira atas bulan suci Ramadan, pandemi Covid-19 pun tak kunjung selesai. Dampak pandemi pun telah merubah suasana bulan suci Ramadan kali ini. Biasanya pada bulan Ramadan sering mendengar suara mengaji yang intens dari masjid/mushala, kegiatan buka bersama , kegiatan ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka, ustadz-ustadzah muncul di pertelevisian, salat Tarawih, sahur bersama di masjid/mushla, dan masih banyak lagi kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi Ramadan.

Tetapi Ramadan kali ini berbeda. Kegiatan-kegiatan yang sering kita jumpai selama Ramadan tahun sebelumnya tidak kita jumpai lagi karena adanya pandemi yang berkelanjutan ini. Ibadah pun jadi semakin sulit. Masjid/mushala tertutup dan tidak menyelenggarakan salat tarawih, tidak mengadakan buka bersama maupun sahur bersama.

Kini saatnya masyarakat Kaltim secara agregat mengimplementasikan Ibadah 3.0 (Three point zero). Dalam dunia perindustrian, kita mengenal Revolusi 3.0. Revolusi Generasi Ketiga ini ditandai oleh perkembangan semikonduktor dan proses otomatisasi industri.

Dengan kata lain, dunia sedang bergerak memasuki era digitalisasi. Kemunculan teknologi digital dan internet menandai dimulainya Revolusi Industri 3.0.
Ibadah 3.0 adalah ibadah yang memasuki era digitalisasi. Ibadah yang dilakukan sebagai akibat dari munculnya teknologi dan internet. Seperti kajian online via aplikasi zoom, kultum setelah tarawih via aplikasi zoom, kegiatan ngabuburit buka puasa secara online, buka bersama secara online dari rumah masingmasing, mendengarkan ngaji lewat media online, tadarus AlQur’an secara online, dan kegiatan ibadah lainnya yang bisa kita ubah menjadi online.

Saatnya kita beralih secara menyeluruh ke ibadah 3.0 selama pandemi ini. Diketahui dari tahun ke tahun mulai tahun 2016 hingga 2019 persentase orang yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir di Kalimantan timur terus mengalami kenaikan.

Data yang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim menyebutkan bahwa persentase penduduk yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir pada 2019 sebesar 59,12 persen atau 1.993.282 jiwa.

Persentase penduduk yang mengakses internet ini lebih didominasi oleh pihak laki-laki 61,29 persen atau sebanyak 1.086.130 jiwa dibandingkan pihak perempuan yang hanya sebesar 56,71 persen atau sebanyak 907.059 jiwa.

Dibandingkan tahun lalu, angka tahun 2019 ini ternyata mengalami kenaikan sebesar 8,87 persen dibanding tahun 2018. Artinya ada kenaikan sejumlah 335.512 jiwa penduduk lakilaki dan perempuan yang berumur 5 tahun ke atas yang bertambah dalam mengakses internet 3 bulan yang lalu.

Angka yang dicatat oleh BPS Kaltim mencatat bahwa persentase penduduk yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir di Kalimantan timur pada tahun 2016 adalah sebesar 26,77 persen, pada tahun 2017 sebesar 42,14 persen, pada tahun 2018 sebesar 50,25 persen, dan pada tahun 2019 sebesar 59,12 persen.

Jumlah yang besar ini seharusnya bisa mengubah pola ibadah yang sifatnya bertemu langsung menjadi bertemu di media secara daring. Sehingga pada ramadhan kali ini umat islam tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan lebih berkualitas tanpa mengurangi ibadahnya sedikitpun. (*)

Oleh: Didit Puji Hariyanto
ASN di Badan Pusat Statistik

Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved