Perusahaan Tambang di Sepaku Pernah Dihentikan Pemkab PPU, Tak Miliki Izin Kini Kembali Beraktivitas

Perusahaan Batu Bara PT. Putra Kajang Tana Towa (PKTT) yang beroperasi di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) tepatnya Desa Sukomulyo Kecamatan Sepaku

TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Perusahaan Batu Bara PT. Putra Kajang Tana Towa (PKTT) yang beroperasi di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) tepatnya Desa Sukomulyo Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur kembali beraktivitas. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Perusahaan Batu Bara PT. Putra Kajang Tana Towa (PKTT) yang beroperasi di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) tepatnya Desa Sukomulyo Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur kembali beraktivitas.

Demikian diungkapkan oleh  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) PPU, Alimuddin kepada TribunKaltim.co.

Diketahui, pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara ( Pemkab PPU ), sebelumnya telah menghentikan kegiatan atau aktivitas galian C yang dikerjakan PT PKTT pada Selasa, (31/3/2020) lalu.

Karena dianggap melakukan aktivitas penambangan tanpa memiliki surat izin operasi dan legalitas atau diduga melakukan kegiatan Illegal Mining.

Tiga Perusahaan Tambang Minta 645 Karyawannya Diizinkan Masuk Kubar, Begini Kata Bupati

Perusahaan Tambang Batu Bara Sumbang 1000 Baju Hazmat ke Rumah Sakit Dan Puskesmas di Kaltim

Berdasarkan data yang dihimpun TribunKaltim.co pada Rabu (6/5/2020) beberapa pihak telah melakukan monitoring aktivitas galian C dari PT Putra Kajang Tana Towa yang tidak memiliki surat izin operasi penambangan batu bara yang ternyata beraktivitas kembali.

Padahal, sebagaimana disebutkan dalam Surat Plh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur, Nomor : 547.23 /8O3/I-MINERBA/2020, tanggal 10 Maret 2020, Perihal : Klarifikasi Perizinan Kegiatan Usaha Pertambangan.

Bahwa berdasarkan berita acara penyerahan dokumen perizinan dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kepada Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur pada September 2016.

Bahwa PT. Putra Kajang Tana Towa tidak termasuk data yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sehingga status perizinan atas pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan tersebut tidak jelas atau diduga ilegal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) PPU, Alimuddin membenarkan bahwa prusahaan batu-bara yang dihentikan beberapa waktu lalu kembali melakukan aktivitas tambangnya.

Namun, diakuinya, tidak ada konfirmasi dari pemilik tambang ke dirinya untuk memberitahu bahwa perusahaan tersebut kembali melakukan aktivitas tambangnya.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved