Berita Pemkab Kutai Timur

Jadi 29 Orang, Kutim Tambah Delapan Pasien Positif Corona

Sedangkan tujuh orang yang sudah terkonfirmasi positif lainnya, dua dari Kecamatan Bengalon dan lima lainnya, berasal dari Kecamatan Muara Wahau.

TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani Hasanal. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Setelah bertahan selama tiga hari di angka 21 pasien terkonformasi positif dengan dua pasien telah dinyatakan sembuh, Jumat (8/5/2020), Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dikagetkan dengan hasil tes swab yang menyatakan delapan warga Kutim, satu dari Kecamatan Sangatta Utara dan tujuh lainnya dari Kecamatan Kaliorang dan Muara Wahau, terkonfirmasi positif corona. Sehingga, jumlah penderita Covid-19 di Kutim saat ini, menjadi 29 orang.

Hal ini diungkapkan Bupati Ir H Ismunandar MT dalam rapat koordinasi antara Pemkab Kutim, FKPD dan organisasi masyarakat (Ormas) di Kutim yang digelar di ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (8/5/2020).

“Alhamdulillah, dari pertambahan yang terjadi, tidak ada pelaku perjalanan baru yang membawa penyakit tersebut. Satu dari Magetan dan tujuh lainnya merupakan kontak erat pelaku perjalanan cluster Gowa, yang artinya, sudah ada transmisi lokal di Kutim. Ini juga yang perlu menjadi perhatian kita semua. Bahwa bukan pelaku perjalanan sudah ada yang terpapar dan bisa memaparkan ke kontak eratnya yang lain,” ungkap Ismunandar.

300 Relawan Makmur HAPK Bagikan Ribuan Sembako, APD dan Hand Sanitizer di Berau

Pakai APD Bantuan DPRD, TNI-Polri di Padang Pariaman Beranikan Diri Makamkan Jenazah PDP Covid-19

Wonderkid Barcelona Marc Jurado Selangkah Lagi Gabung Manchester United, Tandem Brandon Williams

Dijelaskan Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal, pelaku perjalanan dari Magetan yang mengikuti rapid test, ada 11 orang. Empat orang dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif dengan IgM yang dominan. Semuanya langsung masuk ruang isolasi di RSUD Kudungga Sangatta.

“Dari keempatnya, satu orang sudah keluar hasilnya, terkonfirmasi positif. Tiga lainnya masih menunggu. Sementara, tujuh pelaku perjalanan lainnya, ada di rumah isolasi di Kecamatan Kaliorang,” ungkap Bahrani.

Sedangkan tujuh orang yang sudah terkonfirmasi positif lainnya, dua dari Kecamatan Bengalon dan lima lainnya, berasal dari Kecamatan Muara Wahau. Mereka, kata Bahrani, merupakan pelaku perjalanan dan keluarganya.

Sementara itu, informasi terbaru tentang salah seorang dokter kandungan di Sangatta yang hasil rapid testnya menunjukkan tanda reaktif, menurut Bahrani, pihaknya masih menunggu hasil swab. “Hasil swabnya belum keluar. Mudahan hasilnya negative. Sehingga bisa menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang sebelumnya, sempat berkonsultasi dengan dokter tersebut. Karena kemarin, rapid testnya reaktif dengan yang mendominasi. Artinya infeksi sudah lama,” ujar Bahrani.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved