Virus Corona

Pemerintah Dituding Lamban dalam Penanganan Covid-19, Mahfud MD Ungkap Langkah Sebelum Kasus Pertama

Pemerintah dituding lamban dan penanganan covid-19, Mahfud MD ungkap langkah yang dilakukan sebelum kasus pertama muncul

TRIBUNNEWS/Gita Irawan
Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat diwawancarai wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Selasa (28/1/2020). Pemerintah dituding lamban dan penanganan covid-19, Mahfud MD ungkap langkah yang dilakukan sebelum kasus pertama muncul 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah dituding lamban dan penanganan covid-19, Mahfud MD ungkap langkah yang dilakukan sebelum kasus pertama muncul

Sejumlah pihak menuding Pemerintah lamban dalam menangani pandemi covid-19, terkait hal ini Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memberikan klarifikasi.

Klarifikasi ini disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD kepada Komite I DPD RI.

Mahfud MD mengungkapkan pemerintah telah menyikapi covid-19 beberapa bulan sebelum kasus pertama covid-19 muncul dan diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.

Mahfud MD mengatakan pemerintah telah menyikapi covid-19 sejak akhir Desember 2019.

Update Virus Corona di Kukar, Jumlah ODP, PDP dan Positif Covid-19 Bertambah

Di Tengah Pandemi Corona, Bawaslu Berau Imbau Bantuan Sosial tak Dijadikan Alat Politik Praktis

Ahli Beberkan Corona Bakal Seperti HIV jika Vaksin Belum Ditemukan dan Covid-19 tak Bisa Dihentikan

Kaget Saat Dengar Pengumuman Jokowi, Pasien 01 & 02 Corona Indonesia Beber Kisahnya ke Media Inggris

"Covid-19 ini terjadi pada akhir Desember pada tahun 2019. Nah, tanggal 27 Desember 2019 pemerintah sudah langsung mengadakan rapat kabinet tentang itu yang keputusan pertamanya itu adalah menutup penerbangan Indonesia-Tiongkok.

Jadi, ini sekaligus penjelasan atau klarifiaksi terhadap simpang siurnya opini di luar bahwa pemerintah itu sangat terlambat menangani covid ini," kata Mahfud MD.

Ia menjelaksan secara rinci tindakan lain pemerintah sebelum kasus pertama covid-19 di Indonesia.

Langkah tersebut yakni melakukan penjemputan ratusan WNI di kota Wuhan Cina yang sudah terlanjur melakukan lock down.

"Sesudah terlanjur ditutup itu, lalu ternyata ada berita 347 warga Indonesia ada di Wuhan ternyata. Kita buat nota diplomatik dengan Tiongkok.

Isinya kami minta ijin mau ngirim pesawat untuk menjemput warga negara Indonesia yang ada di Wuhan," kata Mahfud MD.

Selanjutnya Mahfud MD juga menjelaskan pemerintah telah merencanakan pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular untuk khususnya untuk covid-19 sekira sebulan sebelum kasus pertama covid-19 diumumkan di Indonesia.

"Sejak awal kami sudah mendiskusikan kemungkinan mendirikan rumah sakit khusus bagi penyakit menular.

Itu sebabnya kalau kita buka file pemberitaan pada 5 atau 6 Februari 2020 itu sudah ada pengumuman pemerintah akan membuat rumah sakit khusus," kata Mahfud MD.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus pertama virus Corona di Indonesia pada Senin (2/3/2020).

Pasien warga Depok tersebut merupakan seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan perkembangan terkini dampak virus Corona di Indonesia.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved