Berita Pemkab Kutai Timur

Rapat dengan Ormas, Pemkab Kutim Ingin Semua Terlibat dalam Sosialisasi Perangi Covid-19

Dari 29 pasien tersebut, dua sudah dinyatakan sembuh. Sehingga yang masih dalam perawatan ada 27 pasien. Penambahan pasien positif diinformasikan

TRIBUNKALTIM/MARGARET SARITA
Rakor Pemkab Kutim, FKPD dengan Ormas di Kutai Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTAPemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali mengajak elemen masyarakat untuk rapat koordinasi dalam rangka melawan penyebaran virus corona. Kali ini, Bupati Ir H Ismunandar MT dan Wabup H Kasmidi Bulang ST MM yang didampingi pula oleh Sekda Drs Irawansyah M Si mengundang perwakilan organisasi masyarakat (ormas) di wilayah Kutai Timur, Jumat (8/5/2020).

Karena, sebagian masyarakat juga berhimpun di beberapa organisasi massa. Dengan harapan, para pengurus ormas di Kutim dapan menyuarakan apa yang menjadi imbauan atau instruksi pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kutim.

“Kita ingin, empat langkah memutus rantai penyebaran diketahui seluruh masyarakat dan dilaksanakan. Yakni, menggunakan masker saat berada di luar rumah, berdiam diri di rumah saja, menjaga jarak dan rajin menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, “ kata Ismunandar.

Seperti diketahui, jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kutim sudah bertambah. Tak tanggung–tanggung, mencapai delapan pasien. Sehingga jumlahnya kini, jadi 29 pasien dari tiga hari belakangan ini yang bertahan di angka 21 pasien terkonfirmasi positif.

Dari 29 pasien tersebut, dua sudah dinyatakan sembuh. Sehingga yang masih dalam perawatan ada 27 pasien. Penambahan pasien positif diinformasikan Bupati Ismunandar, hari ini, di awal rakor dengan ormas se Kutai Timur.

“Baru tiga hari tenang, tak ada penambahan, hari ini kita dapat informasi tambah delapan pasien positif. Dari jumlah itu, kita harus teliti lagi, mereka sudah berinteraksi dengan siapa saja. Nah, siapa saja ini, harus kita lakukan rapid test. Begitu seterusnya. Jadi, kalau mau Covid-19 ini selesai, baiknya jangan keluar rumah kalau tidak penting,” kata Ismunandar.

Senada, Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM mengatakan perlawanan terhadap Covid-19, adalah kerja bersama. Semua harus terlibat, terlibat termasuk ormas. Posko pintu masuk yang tadinya hanya empat, sekarang masing-masing kecamatan punya. Jadi ada posko di 18 kecamatan. Di Sangatta, sekarang seluruh kendaraan melalui pintu posko Patung Burung. Karena semua jalan “tikus” menuju Sangatta, sudah ditutup.

“Ini kerja bersama. Tolong semua ikut membantu. Covid-19 tidak selesai selama masih ada di satu daerah. Jangan sampai daerah lain sudah tidak ada Covid-19, di Kutim trennya terus meningkat. Nggak selesai- selesai kita tangani Covid-19 ini,” ujar Kasmidi.

Dalam kesempatan berdialog, Ormas Pusaka Kutim mengusulkan untuk membuat kesepakatan dengan beberapa organisasi maupun paguyuban di Kutim untuk larangan mudik. Termasuk dengan perusahaan yang karyawannya warga dari luar Kutim. Selanjutnya, pihak RT/RW dilibatkan untuk memantau warga yang pergi maupun datang.

Sementara itu, dari Pasak Mulawarman meminta bus karyawan terus dipantau. Karena di awal saja terlihat ada penyemprotan karyawan yang turun dari bus, belakangan ini sudah tidak lagi. Dari Pemuda Muhammadiyah mengusulkan pengawasan tentang aturan tidak melakukan ibadah berjamaah lebih diperketat. Karena di beberapa tempat masih banyak warga yang sembunyi-sembunyi melaksanakan sholat Jumat. Sedangkan dari Gepak Kutim berharap ajakan pemerintah pada Ormas mereka untuk ikut bergabung menjadi relawan di posko pintu masuk Sangatta.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved