Breaking News:

Ramadhan

Kebiasaan Minum Teh Saat Buka Puasa dan Sahur Miliki Efek Buruk, Bisa Alami Ganguan Pencernaan

Kebiasaan minum teh saat buka puasa & sahur miliki efek buruk, Bisa alami ganguan pencernaan

Via Tribun Jatim
Teh panas 

TRIBUNKALTIM.CO -  Kebiasaan minum teh saat buka puasa & sahur miliki efek buruk, Bisa alami ganguan pencernaan

Teh merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi sehari-sehari.

Minuman ini juga kerap tersaji saat buka puasa maupun sahur.

Saat buka puasa, es teh bisa jadi menu favorit banyak orang untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa menahan haus dan lapar.

Sementara saat sahur, teh biasa disajikan dalam kondisi panas atau hangat karena bisa digunakan melawan hawa dingin pada dini hari.

Meski teh merupakan salah satu minuman sehat, mengonsumsinya saat sahur dan berbuka bisa menimbulkan sejumlah risiko.

Effendi Gazali Bongkar Kekesalan Jokowi Dikibulin Menterinya, Presiden Diberi Laporan Palsu Covid-19

Faisal Basri Soroti Besarnya Anggaran Kartu Prakerja dan Sasarannya, Sindir Luhut dan Airlangga

Hanya Berlaku 3 Hari Promo Superindo Periode 8-10 Mei 2020, Belanja Hemat, Diskon hingga 40 %

Teh memiliki efek diuretik

Melansir Kompas, dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Dien Kalbu Ady, mengingatkan teh memiliki efek diuretik atau membuat tubuh sering ingin buang air kecil.

Kondisi itu tentu riskan apabila terjadi pada seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa karena bisa menimbulkan dehidrasi.

Padahal, siapa saja yang berpuasa dianjurkan untuk senantiasa menjaga pasokan cairan tubuh.

dr. Dien menyadari masyarakat Indonesia gemar minum teh, termasuk saat bulan puasa.

Kebiasaan itu pun dirasa sulit untuk diubah.

Maka dari itu, dia hanya menganjurkan masyarakat untuk bisa mengurangi konsumsi teh maupun kopi saat bulan puasa mengingat efek diuretiknya.

Minum teh yang disarankan, yakni hanya dilakukan setelah buka puasa.

Itu pun sebaiknya dilaksanakan beberapa saat setelah makan besar karena teh dianggap bisa mengganggu penyerapan protein dan zat besi dari makanan.

Dia tidak menganjurkan minum teh dilakukan saat santap sahur karena setelah itu seseorang harus berpuasa atau tak punya lagi kesempatan untuk segera mengganti cairan tubuh yang mungkin hilang akibat efek diuretik teh.

dr. Dien mengatakan, baik teh maupun kopi terbukti mengandung kafein yang bisa merangsang keluarnya air seni lebih banyak dan menyebabkan haus.

Selain tidak terlalu banyak, dia juga menyarankan siapa saja untuk tidak mengonsumsi teh terlalu kental saat berpuasa.

Sementara itu, dia menambahkan, minum teh dengan tambahan es saat buka puasa juga berisiko menyebabkan ganguan pencernaan.

Pasalnya, minum air dingin atau es saat perut dalam kondisi kosong setelah puasa dapat memicu kontraksi pada lambung.

Selain itu, minum es teh juga berisiko membuat seseorang menjadi mudah sakit.

Hal itu dikarenakan, minum air dingin memiliki salah satu efek, yakni memproduksi lendir berlebih pada tubuh.

Padahal, kelebihan lendir tersebut mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh sehingga mudah terserang suatu penyakit.

“Kalau minum es, efeknya terutama lokal di daerah tenggorokan. Ini terjadi karena imun turun, lalu virus atau bakteri masuk hingga membuat radang atau ISPA yang salah satu gejalanya adalah demam,” terang dr. Dien.

Teh bisa mengganggu penyerapan nutrisi makanan

Kepala Unit Gizi RS JIH Solo, Himaa Aliya, S.Gz, sebelumnya pernah menyatakan, minum teh tak direkomendasikan untuk dilakukan saat makan maupun tidak lama setelah makan.

Hal itu dikarenakan minum teh setelah makan berisiko mengganggu proses pencernaan atau penyerapan nutrisi ke dalam tubuh.

Saran tersebut kiranya juga berlaku pada aktivitas makan pada saat buka puasa dan sahur.

Himaa menerangkan kandungan asam tannin dan polifenol dalam teh dapat mengganggu penyerapan protein dan zat besi.

Kedua zat gizi tersebut akan diikat di dalam usus.

Padahal, tubuh membutuhkan protein dan zat besi untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan.

Maka dari itu, Himaa pun menyarankan masyarakat, terutama yang menderita anemia (kekurangan zat besi) lebih baik tidak membiasakan diri untuk minum teh baik sambil atau setelah makan.

Orang yang menderita anemia sebaiknya menghindari minum teh, baik habis atau sambil makan

Waktu minum teh yang disarankan

Menurut Himaa, minum teh lebih baik dilakukan 1-2 jam sebelum atau sesudah makan.

Hal ini penting agar zat yang terkandung dalam teh tidak menggangu penyerapan nutrisi dalam makanan.

Himaa mengutarakan, minum teh pada malam hari boleh-boleh saja dilakukan.

Tapi dia mengingatkan, kandungan gula pada teh yang dikonsumsi pada malam hari perlu diperhatikan.

Pasalnya, kinerja sistem pencernaan pada malam hari tidak sebaik pada siang hari sehingga dikhawatirkan gula yang dikonsumsi menjadi tidak terurai.

Selain itu, karena teh mengandung kafein, juga mungkin kurang cocok dikonsumsi pada malam hari karena bisa jadi membuat seseorang menjadi susah tidur. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Efek Buruk Minum Teh Saat Buka Puasa dan Sahur"

Editor: Nur Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved