Breaking News:

500 TKA Asal China Batal Datang ke Sulawesi Tenggara 3000 Tenaga Lokal Terancam Kehilangan Pekerjaan

Penundaan tersebut berkaitan dengan penolakan dari beberapa pihak karena adanya pandemi virus Corona,

(KOMPAS.COM/HADI MAULANA)
Ilustrasi Sebanyak 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sempat tertunda pemulanganya, akhirnya Jumat (3/4/2020) dipulangkan ke negara asalnya di China. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing ( TKA ) asal China mengalami penundaan.

Penundaan tersebut berkaitan dengan penolakan dari beberapa pihak karena adanya pandemi virus Corona.

 Padahal sebelumnya ratusan TKA itu dijadwalkan datang ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara 

Tertundanya kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menjadi masalah berarti bagi PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).

Akibat tertundanya kedatangan TKA China itu, bahkan pembangunan smelter di perusahaan yang berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ( Sultra) tersebut sekarang terpaksa dihentikan karena kurangnya tenaga ahli.

External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, para TKA tersebut sedianya akan mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.

 Dipersoalkan Anies Baswedan, Anak Buah Sri Mulyani Buka Suara Jelaskan Dana Bagi Hasil DKI Jakarta

 Hemat Anggaran DKI Jakarta, Anies Baswedan Sampai Harus Pakai Cara Ini Selama PSBB

 Diremehkan Tak Punya Uang Biayai Bansos Jakarta, Anies Baswedan Beber Siap Anggaran Super Jumbo

Pengerjaan tungku smelter tersebut diklaim dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Terkait penerimaan ribuan karyawan itu, menurutnya saat ini sudah selesai dilakukan perekrutan.

"Jika 500 TKA China sampai tidak jadi didatangkan, maka sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal terancam kehilangan pekerjaannya," kata Indrayanto dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (11/5/2020).

"Bisa ada kemungkinan mereka dirumahkan dahulu tanpa mendapat gaji, atau bahkan bisa PHK. Tentunya hal ini tidak kami harapkan, perusahaan juga berusaha agar hal ini tidak terjadi," sambungnya.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved