Berita Pembkab Berau

DPPKBP3A Berau Beri Bantuan Khusus Wanita dan Anak Keluarga Positif Corona yang Dikarantina

khususnya keluarga rentan miskin tentu akan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar (sembako) dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan spesifik

HUMASKAB BERAU
BANTUAN KHUSUS - DPPKBP3A Berau memberikan bantuan khusus untuk wanita dan anak keluarga pasien Corona yang menjalani masa karantina. Bantuan diserahkan oleh Kepala BIdang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPKBP3A Berau, Yayuk Yuliarto kepada tim medis RS Darurat Covid Kab Berau, Jumat (8/5/2020). 

TANJUNG REDEB - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau memberikan bantuan kepada tiga keluarga positif COVID 19 yang sedang dikarantina di RS Darurat COVID 19 Jalan Pulau Panjang.

Bantuan yang diberikan berupa keperluan spesifik perempuan dan anak seperti diapers, pembalut, susu, vitamin dan beberapa bantuan lain berdasarkan atas kebutuhan pasien tersebut.

Kepala DPPKBP3A, Rohaini, melalui Kepala BIdang Perlindungan Perempuan dan Anak, Yayuk Yuliarto, menyerahkan langsung bantuan kepada tim medis RS Darurat Covid Kab Berau, Jumat (8/5/2020).

Selain bantuan spesifik perempuan dan anak tersebut, DPPKBP3A melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) juga melakukan pendampingan psikologis terhadap Pasien Positiv COVID 19 maupun Keluarganya.

Bantuan dan pendampingan ini merupakan realisasi dari salah satu aksi gerakan BERJARAK (Bersama Jaga Keluarga Kita) yang merupakan dukungan Pemkab Berau terhadap program Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara itu Bupati Berau, Muharram menyambut baik apa yang dilakukan jajaran DPPKBP3A, karena sangat menekankan kerlibatan dan dukungan penuh masing-masing OPD sesuai tupoksi masing masing untuk menanggulangi wabah Covid-19 ini.

“Wabah ini adalah wabah yang luar biasa maka cara penanganannya harus dilakukan dengan cara yang luar biasa dan saling bahu membahu,” ungkapnya.

Pada masa Covid-19 ini, banyak keluarga, khususnya keluarga rentan miskin tentu akan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar (sembako) dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan spesifik. Apabila tidak terpenuhi, akan menganggu fungsi reproduksi dan tumbuh kembang.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar (sembako), kelompok rentan yakni ibu hamil, ibu menyusui, kelompok anak, penyandangan disabilitas dan lansia, mempunyai kebutuhan spesifik (kebutuhan gender) yang juga merupakan kebutuhan mendasar terkait dengan kesehatan reproduksi, tumbuh kembang, dan kesehatan spefisik lainnya.

Diperlukan bantuan kebutuhan spesifik kelompok rentanter dampak Covid-19, khususnya perempuan dan anak
Anak merupakan kelompok rentan terdampak dari bencana Covid-19, seperti anak dari orangtua korban meninggal, anak dari orangtua (ibu dan/atau bapak positif + dalam perawatan), anak dari orangtua PDP (ibu dan/atau bapak PDP), maupun anak dari keluarga ekonomi kurang mampu.

Perempuan merupakan kelompok rentan terdampak dari bencana Covid-19, seperti Perempuan lansia, Perempuan dari keluarga ekonomi kurang mampu, Perempuan dari pasangan korban meninggal (positif), dalam perawatan, PDP, Perempuan korban PHK karena Covid-19.

Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak adalah bantuan yang terdiri dari kebutuhan yang diperlukan oleh anak dan perempuan sesuai dengan kelompok usianya.

Tidak hanya gizi dan nutrisi untuk proses tumbuh kembangnya (susu, biskuit, multi vitamin, dll), tetapi juga kebutuhan untuk perlindungan fisik (diapers, sabun antiseptik, pembalut remaja, dll) dan psikisnya (berinteraksi, bermain, berpendapat).(adv/hms7)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved