Breaking News:

Menjaga Kesehatan Mental dalam Masa Pandemi Corona

TAHUN 2020, akan tercatat dalam sejarah peradapan dunia sebagai tahun pandemik di era modern dengan adanya wabah Corona. Mobilitas masyarakat dunia ya

IST
Tri Wahyuni 

TAHUN 2020, akan tercatat dalam sejarah peradapan dunia sebagai tahun pandemik di era modern dengan adanya wabah Corona. Mobilitas masyarakat dunia yang tinggi antar negara, membuat virus yang dikenal dengan Covid-19 dengan mudah melakukan traveling sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pesohor traveller dalam perjalannya berkeliling dunia.

Kini, virus sudah mendunia, dengan banyak korban bertumbangan, tak terkecuali di Indonesia. Semakin hari, jumlah pasien yang posistif bertambah. OTG, PDP, ODR, ODP tiba-tiba menjadi singkatan yang harus diketahui agar tidak menimbulkan miss pengertian, terlebih miss pengetahuan akan pendemi yang satu ini.

Dari terindikasinya Pasien 1, Pasien 2, dan Pasien 3 di Indonesia, media memberikan atensi yang tinggi (tepatnya berlomba) untuk mewartakan kasus Corona di Indonesia. Tidak saja jumlah pasien yang diberitakan, tapi berbagai hal tibatiba muncul membonceng pemberitaan Covid19.

Keterbatasan APD bagi kalangan medis yang menimbulkan korban jiwa, kelangkaan masker yang harusnya menjadi senjata wajib bagi setiap orang untuk beraktivitas di luar, keterbatasan alat bantu pernafasan di rumah sakit.

Keterbatasan kamar bagi para penderita, penolakan pemakaman jenazah pasien Corona di beberapa daerah, bahkan pergolakan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat menjadi bahan pemberitaan sehari hari.

Tidak jarang, agar pemberitaan lebih afdol dan menarik minat baca, pemberitaan dilengkapi dengan gambar korban yang diangkut bahkan gambar – gambar mayat bergelimpangan yang disinyalir merupakan korban Covid-19 dari belahan dunia lainnya.

Pemberitaan tidak hanya terhenti di media massa, grup wattsapp juga tidak jarang menjadi ‘sarang’ pemberitaan. Kita tahu, warga +62 sangat suka membuat grup dalam aplikasi wattsapp.

Hampir jarang bagi kita tidak mempunyai grup Wattsapp, yang justru sering terjadi satu orang bisa tergabung ke dalam lebih dari 10 grup wataspp, mulai grup keluarga besar, keluarga inti, mantan teman sekolah, mantan teman kulian, tempat kerja, grup RT, grup hobi, dan masih banyak lagi.

Nah di masa pandemi ini,ada sebagian anggota grup yang mempunyai hobi berlomba untuk melakukan ‘edukasi ala –ala’ dengan menshare setiap informasi tentang wabah corona. Seakan mereka menjelma menjadi juru bicara corona dan dokter.

Mereka menginformasi kembali apapun berita terkait corona. Yang menarik juga, judul berita di grup WA saat ini, terkadang memang tidak kalah heboh, tidak kalah menakutkan, dan mengkhawatirkan sebagaimana judul yang dibuat oleh sebagian media yang memang ahli.

Halaman
12
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved