Kaltim Tambah 7 Positif Corona

Pemprov Kaltim Bingung Soal Pemerintah Pusat Buka Kembali Jalur Transportasi Umum di Masa Corona

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Pemprov Kaltim ), melalui Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ( Dinkes Kaltim ), menyatakan bingung.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/PURNOMO SUSANTO
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, kebingungannya terhadap kebijakan pembukaan seluruh pintu masuk dan keluar di seluruh wilayah Indonesia oleh Pemerintah Pusat, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Pemprov Kaltim ), melalui Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ( Dinkes Kaltim ), menyatakan bingung dengan dikeluarkannya kebijakan soal dibukanya kembali jalur transportasi umum oleh Pemerintah Pusat.

Mengingat penyebaran kasus covid-19 atau virus Corona di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur terus meluas setiap harinya, maka sebaiknya kebijakan tersebut tidak diambil.

Pasalnya, efektifitas penyebaran virus mematikan asal Wuhan, China yang telah menjangkiti lebih dari 200-an negara di dunia ini dibawa melalui perpindahan orang, dari satu tempat ke tempat lainnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, kebingungannya terhadap kebijakan pembukaan seluruh pintu masuk dan keluar di seluruh wilayah Indonesia oleh Pemerintah Pusat.

BACA JUGA:

Tips Merawat Binatang Peliharaan di Masa Pandemi Corona ala Dokter Hewan di Samarinda

Pasien Positif Covid-19 di Penajam Paser Utara Bertambah 1, Berstatus ODP dari Kluster Gowa

“Kebijakan yang sangat membingungkan bagi kami,” ujarnya saat diminta awak TribunKaltim.co untuk menanggapi soal kebijakan dibukanya kembali seluruh moda transportasi udara, laut dan darat oleh Pemerintah Pusat pada Senin (11/5/2020).

“Dari sisi kesehatan, tentu kebijakan seperti ini tidak menguntungkan bagi kami. Tapi, mungkin dari segi ekonomi ini memang akan mendorong ekonomi,” lanjutnya.

Virus Corona atau covid-19 di Kalimantan Timur.
Virus Corona atau covid-19 di Kalimantan Timur. (Freepik.com)

Mungkin, menurut Andi, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat bermaksud untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi yang saat ini cukup terganggu dengan pandemi covid-19.

Namun, Andi menegaskan, semoga kebijakan tersebut tidak meningkatkan kasus covid-19 di Kalimantan Timur.

“Ya mungkin pemerintah menyeimbangkan ekonomi dengan kebijakan ini. Tapi, semoga saja tidak berdampak dengan peningkatan kasus covid-19 di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Tidak dapat berbuat banyak, pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Kalimantan Timur kembali menjelaskan.

Saat ini Pemprov Kaltim dan seluruh pemerintah daerah lebih memperkuat personil dalam penjagaan dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk kedatangan.

“Di pintu-pintu masuk itu, kita melakukan screening awal kepada pendatang. Kemudian, kita juga melakukan test cepat dengan menggunakan rapid test kepada para pendatang tersebut,” jelasnya.

Bertambah 7 Positif Corona di Kalimantan Timur

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved