Breaking News:

Properti

REI Balikpapan Soroti Cara Pembelian Properti MBR Perumahan Jokowi, Pakai 2 Aplikasi Sistem Online

Asosiasi pengembang seperti Real Estate Indonesia wilayah Kota Balikpapan atau REI Balikpapan, menyoroti prosedur baru yang diterapkan pemerintah

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Wujud perumahan Jokowi atau rumah MBR Pesona Bukit Batuah Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Asosiasi pengembang seperti Real Estate Indonesia wilayah Kota Balikpapan atau REI Balikpapan, menyoroti prosedur baru yang diterapkan pemerintah dalam pembelian rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ( FLPP ) bagi masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR ) atau yang biasa dikenal dengan sebutan perumahan Jokowi

Prosedur baru tersebut adalah penggunaan sistem online bagi pembeli maupun pengembang, yakni Sistem KPR Sejahtera FLPP (SiKasep) dan Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).

Banyak kendala dalam penggunaan aplikasi tersebut. Salah satunya adalah jika terjadi kesalahan pengisian data, pengguna kesulitan mengoreksinya.

"Hal ini membuat pembeli dan pengembang kelabakan," ungkap Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan, Andi Arif Mulya, Senin (11/5/2020).

BACA JUGA:

Menara Sutet di Pesona Bukit Batuah Balikpapan Hampir Roboh, Diduga Tanah Tidak Kuat Mengikat

Warga Perumahan Jokowi Pesona Bukit Batuah Balikpapan, Beli Air Bersih Lebih Mahal dari Harga Bensin

Andi Arif menjelaskan, sama prosedur baru, developer harus teregistrasi secara online, begitupun calon nasabah. Sehingga ia menilai penggunannya sedikit merepotkan.

"Jadi, penggunaan online ini tidak memudahkan, tetapi kebanyakan masyarakat kan belum semelek teknologi yang kita bayangkan," tambahnya.

Penggunaan sistem baru tersebut, dikatakannya, perlu waktu. Apalagi, bagi masyarakat awam.

Hal ini lantaran jika terjadi kesalahan dalam pengisian data, maka calon pembeli harus mengulangi dari awal.

Penerapan sistem online dalam pembelian memudahkan bagi calon pembeli yang paham akan teknologi. Namun, bagi mayoritas developer, hal itu menjadi sebuah kendala.

"Apakah sistem baru memudahkan? Kembali lagi kepada calon nasabah. Kalau bagi kita, developer, mungkin agak ribet. Kalaupun dilakukan bersama (antara developer dan calon pembeli, red), apalagi kebanyakan kantoran, ya butuh waktu lagi," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved