Breaking News:

Proses Pembangunan Jembatan Penghubung di Desa Bukit Subur Penajam Ditunda, Kena Rasionalisasi

Rencana pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir di Desa Bukit Subur Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tertunda.

HO/BPBD
ILUSTRASI Banjir di Desa Bukit Subur. Rencana pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir di Desa Bukit Subur Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur nampaknya harus tertunda, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Rencana pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir di Desa Bukit Subur Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur nampaknya harus tertunda.

Pasalnya, Kegiatan pembangunan jembatan yang memiliki dua bentang tersebut saat ini masuk dalam rasionalisasi dan belum dapat dilaksanakan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Unum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Petriandy Pasulu kepada TribunKaltim.co, Selasa, (12/5/2020).

“Jembatan Bukit Subur juga habis kena rasionalisasi,” ujarnya.

BACA JUGA:

Banjir di Desa Bukit Subur dan Kelurahan Riko Penajam Paser Utara Mulai Surut

Banjir Kembali Landa Desa Bukit Subur dan Kelurahan Riko, Ratusan Jiwa Terdampak

Petriandy menjelaskan, padahal jembatan tersebut rencananya akan menggantikan jembatan kayu yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Dalam perencanaan pembangunan jembatan tersebut, terdapat dua jembatan yang akan dibangun.

Di antaranya satu jembatan bentang panjang dengan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar. Dan jembatan bentang pendek sekitar Rp 1,4 miliar.

Banjir yang mengenangi Desa Bukit Subur, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur
Banjir yang mengenangi Desa Bukit Subur, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (TribunKaltim.Co/HO)

“Jembatannya jenis beton nantinya. Jembatan Bentang panjangnya sekitar 20 meter dan jembatan bentang pendeknya hampir 10 meter, semua mengikuti lebar sungainya,” jelasnya.

Namun, ia menambahkan, dengan rasionalisasinya pembangunan jembatan tersebut.

Sementara ini warga masih menggunakan jembatan kayu yang ada sebagai sarana penghubung,.

Walaupun jembatan kayu tersebut saat ini mengalami beberapa kerusakan akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. “Dua jembatan itu jaraknya berdekatan,” pungkasnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved