Tiga Sebab Tim Karate PON Kaltim Ubah Program Latihan, Atlet Tetap Diminta Kirim Video

Tim Karate Kalimantan Timur atau Kaltim yang dipersiapkan menghadapi PON Papua mengubah program latihannya.

HO/PELATIH KARATE KALTIM
Karateka Kalimantan Timur yang dipersiapkan menghadapi PON Papua berlatih secara mandiri di tempat tinggalnya masing-masing. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim Karate Kalimantan Timur atau Kaltim yang dipersiapkan menghadapi PON Papua mengubah program latihannya.

Terdapat tiga hal yang menyebabkan program latihan diubah, di antaranya karena pandemi virus corona, ditundanya PON hingga Oktober 2021, dan karena memasuki bulan Ramadhan.

Dijelaskan pelatih tim karate Kaltim, Jalu Sharin Meliala, selama pandemi virus corona terjadi, atlet melaksanakan latihan secara terpisah, dan dilakukan di tempat tinggal masing-masing.

Lalu, sesuai petunjuk dari Menpora dan arahan konsultan teknik KONI Kaltim, atlet hanya berlatih menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar, dan tidak jenuh karena diundurnya PON.

Sedangkan saat memasuki bulan Ramadhan, pihaknya mengubah jadwal latihan menjadi hanya sekali sehari, dilakukan pada sore hari, dengan durasi waktu tetap dua jam.

NEWS VIDEO Antisipasi Virus Corona, Tim Karate PON Kaltim Berlakukan Cuci Tangan Saat Latihan

Antisipasi Virus Corona, Tim Karate PON Kaltim Berlakukan Cuci Tangan saat Latihan

NEWS VIDEO LBW Borneo Karate Open Tournament & Festival 2020, Lahirkan Sejumlah Juara Baru

"Program latihan kita ubah karena tiga hal itu, kita sesuaikan dengan arahan dari konsultan teknik KONI Kaltim," ucapnya, Selasa (12/5/2020).

Dia menjelaskan, saat ini pola latihan yang diberikan yakni pada tahapan persiapan umum dengan fokus penyempurnaan teknik, daya tahan otot, daya tahan jantung, stabilisasi dan fleksibilitas.

"Lebih untuk mematangkan lagi apa yang sudah dilakukan pada persiapan umum," imbuhnya.

Karena saat ini atlet masih di daerahnya masing-masing, dia menerapkan pengiriman video latihan dari atlet, hal itu dilakukan guna memastikan atlet berlatih dan menjalankan program yang telah diberikan.

"Mereka mengirimkan video latihan, karena kita hanya dua atlet jadi lebih mudah," jelasnya.

Pada PON Papua, tim Karate Kaltim menargetkan untuk dapat meraih satu medali emas.

Karateka Kaltim yang akan berlaga pada ajang multi event empat tahunan itu, di antaranya Adi Ardiansyah kelas 55 Kg dan Pegiq Hadi kelas 60 Kg, keduanya bertanding di nomor Kumite. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved