Aplikasi

Tokopedia Perketat Keamanan Pelanggan Usai Insiden Kebocoran Data

Kebocoran data pengguna platform e-commerce terkemuka, Tokopedia, merebak usai sebuah situs internet menampilkan alamat e-mail para penjual.

HO/TOKOPEDIA
ILUSTRASI Aplikasi Tokopedia. Kebocoran data pengguna platform e-commerce terkemuka, Tokopedia, merebak usai sebuah situs internet menampilkan alamat e-mail para penjual. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kebocoran data pengguna platform e-commerce terkemuka, Tokopedia, merebak usai sebuah situs internet menampilkan alamat e-mail para penjual.

Ada sebanyak 15 juta data pengguna yang dikabarkan mengalami kebocoran.

Pencurian data pengguna oleh pihak yang tidak berwenang itu disadari Tokopedia pada 2 Mei lalu. Sejumlah langkah pun dilakukan Tokopedia untuk mengatasi kejadian tersebut.

Kali ini Tokopedia telah melakukan proses investigasi dan memastikan akun dan transaksi tetap terjaga.

BACA JUGA:

Viral dan Jadi Trending Topic, Data 15 Juta Pengguna Tokopedia Diduga Bocor, Nasib Pelanggan?

Menkominfo Panggil Tokopedia Gara-gara Dugaan Kebocoran Data, Pengguna Disarankan Ganti Password

Pihaknya juga telah berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah. Antara lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan investigasi.

Sekaligus memastikan keamanan dan perlindungan atas data pribadi Anda.

CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan, selain melakukan investigasi internal dengan teliti, pihaknya juga telah menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan.

"Hal ini guna lebih meningkatkan lagi perlindungan data para pengguna Tokopedia," ungkapnya dikutip dari siaran resminya yang dikirim kepada TribunKaltim.co pada Selasa (12/5/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengirimkan surat resmi kepada seluruh pengguna Tokopedia terkait pencurian data.

BACA JUGA:

Meski Iseng, Ancaman Hukuman Penjual Blangko E-KTP di Pasar Pramuka dan Tokopedia Cukup Berat

Heboh Penjelasan Kepala BKPM Soal Induk Tokopedia, Gojek Dkk di Singapura, Yusuf Mansur Bereaksi

Juga senantiasa mengajak seluruh pengguna Tokopedia mengikuti anjuran langkah pengamanan agar semua tetap terlindungi.

Seperti memastikan bahwa pengguna selalu mengganti kata sandi akun Tokopedia secara berkala.

"Tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform digital, dan menjaga OTP dengan tidak memberikan kode OTP tersebut kepada pihak manapun termasuk yang mengatasnamakan Tokopedia," tukasnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved