Penyaluran BLT, Desa Kahala Ilir Kukar Pastikan Warganya Tidak Ada yang Mendaptkan Double Bantuan

Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) yang diberikan kepada warga terdampak wabah virus corona mulai disalurkan ke warga. Sejak sepekan terakhir

HO/Kades Kahala Ilir
Upaya pencegahan penyebaran virus corona dilakukan di desa Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, Kukar. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) yang diberikan kepada warga terdampak wabah virus corona mulai disalurkan ke warga. Sejak sepekan terakhir, BLT di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar mulai disalurkan ke desa-desa.

Di Desa Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, penyaluran BLT telah dilakukan pada 11 Mei 2020 lalu. BLT dari dana desa tersebut diserahkan kepada 24 penerima berjumlah Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan kedepan.

Selain BLT dari dana desa, pihaknya juga segera melakukan penyaluran bantuan lainnya, seperti BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ), PKH ( Program Keluarga Harapan ), dan BLT dari Kemensos, serta bantuan sembako dari Pemkab Kukar.

"Penerima bantuan ini sesuai dengan hasil musyawarah desa yang disesuaikan dengan kriteria penerima," ucap Kepala Desa Kahala Ilir, Bahruni kepada Tribunkaltim.co, Rabu (13/5/2020).

Dirinya memastikan tidak ada warga yang mendapatkan lebih dari satu jenis bantuan. Satu penerima hanya berhak mendapatkan satu jenis bantuan saja.

"Karena masing-masing ada sumber pengagarannya. Jadi, tidak boleh double penerimanya. Pendataan penerima bantuan dilakukan oleh tim relawan yang kami bentuk," tuturnya.

BLT Pemkab Berau Tahap 2 Turun Jadi Rp 600 Ribu, Berikut Penjelasan Bupati Muharram

Pemprov Kaltara Telah Salurkan BLT Tahap II ke 4.698 Orang, Tahap III Dibagikan Akhir Ramadhan

Desa Kedang Ipil Kutai Kartanegara Siap Salurkan BLT, Tinggal Menunggu SK Camat

Terdapat 15 KK yang mendapatkan PKH, 35 KK mendapatkan BPNT dan 47 KK mendapatkan BLT dari Kementerian Sosial ( Kemensos ) RI.

"Ya, saat ini saya sedang mengurus BLT dari Kemensos di Kantor POS, sedangkan untuk penyaluran PKH dan BPNT melalui BRI langsung," jelasnya.

Di desa yang memiliki 1.132 jiwa dari 349 kepala keluarga (KK) ini juga melakukan sejumlah upaya terkait dengan pencegahan penyebaran virus corona, mulai dari melakukan penyemprotan disinfektan, hingga sosialisasi ke warga untuk turut serta mencegah penyebaran virus yang mematikan tersebut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membuat portal disejumlah pintu masuk desa, bekerja sama dengan Muspika dan instansi terkait, termasuk pembagian masker ke warga.

"Upaya pencegahan penyebaran virus corona telah kami lakukan di desa. Kami juga siaga dengan membuat portal di pintu masuk ke desa," imbuhnya.

Dirinya tidak pungkuri, aktivitas shalat berjamaah di rumah ibadah seperti mushola masih dilakukan oleh warganya. Namun, pihaknya menerapkan protokol kesehatan, terutama menjaga jarak.

"Kita ada dua langgar, dan memang masih dilakukan aktivitas ibadah di sana. Tapi kita berlakukan untuk jaga jarak aman, yakni 1 meter selama berada di langgar," pungkasnya. (*)

IKUTI >>> Update Virus Corona

Ikuti >>>  Update Virus Corona di Kukar

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved