Breaking News:

Kontraksi Ekonomi Indonesia Selama Pandemi Covid-19

NOVEL Corona yang kini menghantui seluruh masyarakat dunia, berawal ditemukannya Corona Virus Disease di Kota Wuhan, Cina pada akhir 2019, yang kini v

Editor: Tohir
Kontraksi Ekonomi Indonesia Selama Pandemi Covid-19
IST
Noviana Rejeki, SST

NOVEL Corona yang kini menghantui seluruh masyarakat dunia, berawal ditemukannya Corona Virus Disease di Kota Wuhan, Cina pada akhir 2019, yang kini viral disebut dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid19).

Khalayak ramai menyebutnya sebagai SARS Cov2, penyakit ini menimbulkan keluhan sakit tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas, pneumonia bahkan sampai berakibat fatal karena bisa menyebabkan kematian.

Awal Maret lalu, kasus Covid-19 pertama di Indonesia ditemukan. Dari situ, masyarakat mulai latah dengan penyakit yang bisa mudah menyebar malalui udara atau kontak fisik dengan penderita.

Dalam hitungan hari, kasus Covid-19 di Indonesia yang bermula dari DKI Jakarta, mulai bertambah. Ratusan kasus tercatat setiap harinya, membuktikan bahwa penyebaran virus Corona sangat cepat dan melesat hingga ke beberapa wilayah Indonesia.

Bahkan di awal waktu menunjukkan banyaknya korban meninggal dari kasus ini, sehingga pemerintah dan masyarakat panik. Akhirnya pemerintah menetapkan wilayah Indonesia sebagai pandemi Corona.

Berbagai kebijakan pun akhirnya ditetapkan, mulai dari “stay at home” yang artinya di rumah aja, dilarang bepergian keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak, “work from home” bekerja dari rumah untuk sebagian karyawan, “study from home” belajar dari rumah untuk semua siswa dari mulai siswa PAUD sampai mahasiswa.

Kewajiban semua warga untuk menggunakan masker saat keluar rumah serta kebijakan yang tak kalah viral adalah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setiap kebijakan tersebut bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19, namun ada dampak negatif bagi beberapa pihak.

Saat “stay at home” dengan larangan bepergian kecuali ada keperluan mendesak, tentunya pihak transportasi beserta pelaku usaha bidang transportasi mengalami penurunan pendapatan, sebut saja ojek online serta sopir angkutan yang mengeluhkan penurunan pendapatan selama pandemi.

Belajar dari rumah, juga membatasi kegiatan belajar siswa di luar rumah sehingga juga berpengaruh bagi jasa pendidikan yang selama ini mendukung kegiatan belajar siswa. Dengan adanya PSBB pula, terdapat kebijakan pemerintah memati surikan beberapa bidang usaha.

Sebut saja industri pengolahan di bidang garmen maupun otmotif, dimana kebijakan pemerintah untuk membatasi sebagian kegiatan dari beberapa sektor usaha yang ada.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved