Berita Pemkab Kutai barat

Terdampak Covid-19, Bupati Serahkan BLT-DD ke Warga Kampung Penyinggahan dan Muara Baroh

“Bantuan sebesar Rp 600 ribu/perbulan yang diterima warga selama tiga bulan April-Juni tersebut berasal dari DD.

HUMASKAB KUBAR
MENYERAHKAN BLT – Secara Simbolis Bupati FX Yapan menyerahkan BLT kepada Juhariah, warga Kampung Penyinggahan Ilir RT IV, Kecamatan Penyinggahan. Bantuan serupa juga diserahkan Bupati kepada Solihin warga Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu, Rabu (13/5/2020). 

SENDAWAR - Bupati Kubar FX Yapan SH menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD), secara simbolis kepada 85 warga di Kampung Penyinggahan Ilir Kecamatan Penyinggahan, dan kepada 69 warga Kampung Muara Baroh Kecamatan Muara Pahu, Rabu (13/5/2020).

“Bantuan sebesar Rp 600 ribu/perbulan yang diterima warga selama tiga bulan April-Juni tersebut berasal dari DD. Bantuan yang diberikan untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan keluarga yang terdampak covod-19," kata Bupati.

Turut hadir Anggota DPRD Tanto Gamas, Kadis DPMK, dan Kepala Dinas Perikanan, Camat, Kapolsek dan Danramil Penyinggahan, Sekretaris Camat Muara Pahu, Kapolsek dan Danramil Muara Pahu.

Pada kesempatan tersebut Bupati mengingatkan camat dan petinggi untuk mengatur dan menyalurkan bantuan tersebut kepada warga yang betul-betul membutuhkan.

”Mungkin saja data awal warga yang menerima bantuan tidak mampu, namun seiring berjalannya waktu, seperti di kampung saya warga tersebut mendapatkan ganti rugi lahan sehingga hidupnya saat ini sudah mampu. Maka bantuan kepada warga tersebut bisa dialihkan kepada warga lain yang memang membutuhkannya,” terang Bupati.

Selanjutnya camat dan petinggi juga harus mendata jika ada rumah warga yang tidak layak huni, sehingga dengan data tersebut pemerintah kabupaten nantinya memiliki dasar untuk membuatkan program bantuan untuk rumah tidak layak huni.

Lebih lanjut Bupati menuturkan, sesuai petunjuk teknis penerima BLT-DD adalah warga masyarakat yang dikategorikan miskin yang merupakan non penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan non penerima Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) yang kehilangan matapencaharian akibat wabah Covid-19.

Bupati menambahkan, Program BLT-DD diperuntukkan bagi masyarakat yang berkategori miskin dimana warga tersebut benar-benar membutuhkan, sehingga bisa meringankan beban dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Bupati juga meminta camat dan petinggi, setelah penyerahan secara simbolis ini, mereka dapat menyerahkan bantuan langsung ke rumah-rumah warga, tidak mengumpulkan warga sesuai protokol kesehatan.

“Dengan datang menyerahkan bantuan secara langsung ke rumah warga, maka bisa melihat kondisi warga kita. Dan warga juga tentunya sangat senang bila dikunjungi langsung,” tambah Bupati.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Faustinus Syaidirahman menuturkan, setelah penyerahan BLT-DD secara simbolis, maka tugas camat dan petinggi yang menyalurkan kepada warganya. Dan yang harus diingat, dalam penyaluran bantuan harus dilengkapi dokumen sebagai pelaporan.

Lebih lanjut Kepala DMPK Kutai Barat menjelaskan, dalam penganggarannya setiap kampung wajib menyisihkan 25-35 persen dari jumlah anggaran dana desanya untuk bantuan langsung tunai bagi warganya yang telah diverifikasi, tidak tumpang tindih dengan program penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Juhariah, warga Kampung Penyingghan Ilir RT IV yang menerima bantuan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan pemerintah, dan secara khusus juga kepada Bupati FX Yapan yang telah memberikan bantuan secara pribadi.

"Dengan adanya program bantuan dari pemerintah yang diserahkan langsung oleh Bupati, semoga dapat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (adv/hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved