Berita Pemkab Kutai Barat

Camat Penyinggahan Siapkan Tempat Karantina Khusus Penumpang Kapal di Gedung Bulutangkis

Posko UPT Puskesmas Penyinggahan merupakan posko penjagaan di perbatasan Kabupaten Kutai Barat untuk moda tranportasi sungai.

HUMASKAB KUBAR
TEMPAT KARANTINA - Camat Penyinggahan, Masranik meunjukkan gedung bulutangkis yang difungsikan sebagai tempat karantina bagi para penumpang ka[al ber-KTP luar Kutai Barat, sebelum dikembalikan ke daerah asal mereka. 

SENDAWAR - Mencegah penebaran Coronavirus Disease atau Covid-19, Kecamatan Penyinggahan mengambil langkah antisipasi. Salah satunya memfungsikan gedung bulutangkis sebagai tempat karantina bagi para penumpang kapal yang ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar Kubar, untuk selanjutnya dikembalikan.

Posko UPT Puskesmas Penyinggahan merupakan posko penjagaan di perbatasan Kabupaten Kutai Barat untuk moda tranportasi sungai.

”Dengan tersedianya tempat karantina tersebut, diharapkan membantu warga ber-KTP luar Kubar yang menunggu kapal untuk dikembalikan. Dengan begitu, orang yang dikarantina merasa terbantu dan mudah diawasi selama menunggu waktu kembali ke daerahnya,” ujar Camat Penyinggahan, Masranik.

Menurut Masranik, pandemi Covid-19 semakin meresahkan masyarakat karena terus bertambahnya kasus positif.

Kondisi itu juga membuat warga kecamatan lebih waspada dan berupaya melakukan pencegahan. Mulai dari penyemprotaan disinfektan, pemeriksaan ketat, hingga menyiapkan tempat karantina atau isolasi. Kecamatan Penyinggahan pun menyediakan tempat karantina sesuai harapan dari pemkab.

Secara khusus, Masranik mengimbau seluruh warga Kecamatan Penyinggahan untuk bisa menahan diri, jangan milir atau berpergian keluar daerah demi pencegahan Covid-19. Kewaspadaan tinggi juga mulai diterapkan hingga ke kempung-kampung.

Otoritas kecamatan menggunakan gedung bulutangkis untuk mengkarantina penumpang kapal yang akan dikembalikan. Di gedung ini tersedia tempat tidur, toilet, tempat cuci tangan dan sarana pendukung lainnya.

Gedung tersebut dapat menampung beberapa orang, dan tersedia konsumsi bagi warga yang dikarantina. Tim medis dan keamanan juga disiagakan. Namun hingga kini belum ada warga berKTP luar Kubar yang dikarantina karena kapal sangat sepi penumpang.

Selanjutnya pihak kecamatan intens memberi pengarahan kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19. Hal ini dilakukan melalui pendekatan dan musyawarah dengan para petinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat agar masyarakat disiplin mengikuti imbauan pemerintah.

“Masyarakat perlu kita ingatkan. Kepedulian tentang pencegahan Covid-19 diperluas kepada seluruh lapisan masyarakat. Sebab saat orang berkumpul banyak, orang maka potensi penyebaran Covid-19 sangat besar,” tegasnya.

Imbauan social distancing bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Jadi, harus terus meningkatkan kesadaran masyarakat. Tidak hanya mengandalkan pemerintah dan aparat saja. Selain itu, harus melakukan pembatasan orang yang masuk maupun keluar.(adv/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved