Dukung IKN, Bupati PPU Minta Pembangunan Jalan Silkar- 38 Samboja Jadi Prioritas

Bupati Penajam Paser Utara (PPU ), Abdul Gafur Mas'ud (AGM) menegaskan, PPU saat ini tengah prioritas terhadap pembangunan di daerah, salah satunya ad

HO/HUMAS SETKAB PPU
Bupati PPU Abdul Gafur Masud minta pembangunan jalan Kelurahan Petung (Silkar)-Kilometer 38 Samboja yang hingga saat ini belum rampung agar menjad prioritas oleh provinsi mengingat jalan tersebut menjadi fasilitas pendukung IKN di wilayah PPU. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU ), Abdul Gafur Mas'ud (AGM) menegaskan, PPU saat ini tengah prioritas terhadap pembangunan di daerah, salah satunya adalah pembangunan jalan-jalan penghubung yang ada di wilayahnya.

Terlebih seiring adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten muda ini, menjadikan pembangunan jalan sebagai prioritas utama saat ini.

"Yang menjadi persoalan saat ini adalah di PPU sebagian besar merupakan jalan milik Provinsi Kalimantan Timur sehingga jika dikerjakan daerah tentu akan menimbulkan masalah di sana. Oleh karenanya sudah harus ada perhatian serius dari Pemprov Kaltim untuk itu," kata AGM.

Dalam rilis Humas Setkab PPU, Bupati mengatakan, salah satu pembangunan jalan utama provinsi Kaltim di Kabupaten PPU adalah pembangunan jalan Kelurahan Petung (Silkar) - Kilometer 38 Samboja yang hingga saat ini belum tuntas.

Anak Buah Prabowo di Bontang Tolak Pembayaran THR Dicicil, Agus Haris: Lebaran tak Bisa Diundur

Dia berharap aset penghubung ini sudah harus diprioritaskan oleh provinsi apalagi adanya pemindahan IKN di wilayah PPU ini.

"Kalau bisa pengerjaan jalan ini jangan sepotong-sepotong lagi atau dengan kata lain hanya dikerjakan pada titik-titik yang rusak. Sudah berapa puluh tahun pengerjaan jalan ini tidak ada kata selesai. Jika pekerjaan masih dilakukan dengan cara seperti ini dipastikan pembangunan ini tidak akan rampung dalam 20 tahun ke depan," tuturnya.

Selain itu, menurut orang nomor satu di PPU itu, jika pembangunan dilaksanakan dengan pengerjaan secara tuntas sudah pasti akan menghemat anggaran yang ada di sana.

"Jalur ini merupakan jalan utama yang selalu dilalui oleh kendaraan-kendaraan berat sehingga pembangunannya pun harus cepat dan kokoh agar mampu bertahan dalam waktu yang panjang," ujarnya.

BREAKING NEWS, Tiga Remaja Laki-laki di Kaltara Dilaporkan Positif Covid-19, Total Jadi 141 Kasus

Ia menerangkan, Kabupaten PPU merupakan salah satu daerah sebagai perlintasan di Kaltim dan Kalimantan, seperti Paser, Kalsel, Kalteng dan sebagainya, jika ingin menuju Balikpapan atau Samarinda sebagian besar jalur darat masih melalui PPU.

"Untuk itulah kenapa jalan-jalan provinsi di PPU wajib segera diperbaiki," ucapnya.

Hal lain juga disampaikan oleh Bupati PPU terkait persoalan irigasi pertanian yang ada di daerahnya.

Prajurit TNI Ikut Latihan Penanggulangan Bencana di Kukar, Kasrem 091/ASN : Jadi Acuan Satuan Lain

Menurutnya, Kabupaten PPU merupakan salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur, oleh karenanya diharapkan irigasi pertanian ini sudah harus menjadi prioritas utama bagi Pemprov Kaltim sendiri.

"Sejauh ini persoalan utama bagi pertanian yang ada di PPU adalah masalah irigasi pertanian sehingga hasil pertanian masih belum maksimal. Lahan kita punya, tapi irigasi belum ada," ujarnya.

Hal tersebut juga telah disampaikan Bupati PPU AGM kepada Komisi III DPRD Provinsi Kaltim saat melakukan kunjungan kerjanya ke PPU pada, Kamis, (14/5/2020) kemarin. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved