Berita Pemprov Kalimantan Utara

Pengeboran di Blok Nunukan Mulai Pekan Depan, Gubernur Ingin Berganti Nama Jadi Blok Bunyu

"Semestinya sudah mulai 2020. Dan tahun 2024 industri metanolnya beroperasi dan menyerap tenaga kerja 3000 orang.

HUMASPROV KALTARA
BLOK NUNUKAN - Grafis kegiatan kerja di Blok Nunukan. Inilah salah satu cadangan gas alam di wilayah Provinsi Kaltara. Cadangan gas alam di Kaltara termasuk 10 terbesar di dunia. 

TANJUNG SELOR - Kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Mulai 20 Mei 2020 PT Pertamina Hulu Energy (PHE) akan melakukan pengeboran offshore pada sumur Parang 2 dan Parang 3 di Wilayah Kerja Blok Nunukan di sekitar perairan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan. 

Kegiatan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) itu akan  berlangsung hingga November 2020. Dimulai dari pekan depan. 

Jadwal tersebut terungkap dalam pertemuan virtual Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dengan Direktur Eksplorasi PHE, Mutalib Masdar dan General Manager PHE Nunukan Company (PHENC) dan jajarannya melalui Video Conference, Kamis (14/5/2020).

Sesuai pemaparan pihak PHE, pengeboran sumur Parang 2 dan Parang 3 masing-masing akan berlangsung 90-100 hari. Parang 2 akan drilling dari Mei-Juni dan testing Juni-Agustus. Kemudian Parang 3 drilling pada Agustus-September dan testing pada September-November.

"Kita berdoa, semoga cadangannya berhasil ditemukan. Dan itu akan menjadi sumber energi nasional khususnya gas. Kaltara bisa jadi penyumbang dan ikut menjaga ketahanan energi nasional," kata Gubernur.

Cadangan gas Blok Nunukan cukup besar. Bahkan berdasarkan temuan tahun 2017, di sumur Parang 1, terdapat cadangan yang signifikan, dan masuk dalam 10 besar temuan dunia yaitu 850 Triliun Cubic Feet (TCF) gas. Cadangan itulah yang nanti menjadi vital untuk komersialisasi Blok Nunukan.

Pengeboran sumur Parang 2 dan 3 juga untuk membuktikan apakah temuan di sumur Parang 1, Badik dan West Badik ekonomis untuk dikembangkan. Kata Gubernur, proyek ini sangat krusial bagi PHE, Pertamina, dan bangsa Indonesia.

"Mudah-mudhan nanti hasil temuan dari sumur Parang 2 dan Parang 3 akan memberi hasil yang signifikan dan resources migas di Kaltara bisa dikomersialisasi," ujarnya.

Gubernur mengatakan, sejak awal Pemprov Kaltara berkomitmen untuk mendukung segala bentuk investasi yang menguntungkan negara dan daerah, termasuk investasi pemerintah melalui unit usaha BUMN.

Pemprov Kaltara akan terus berkontribusi. Hal itu mulai dibuktikan dengan penerbitan perizinan kegiatan PHE dan PHENC di Bunyu yakni Izin Lingkungan serta UKL-UPL.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved