BKIPM Tarakan Sebut Mulai Senin 18 Mei Kepiting Sudah Bisa Diekspor ke Malaysia, Ini Syaratnya

Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM Tarakan sebut bahwa mulai Senin (18/5/2020) sudah bisa ekspor kepiting

TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI
Kepala BKIPM Tarakan, Umar 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM Tarakan sebut bahwa mulai Senin (18/5/2020) sudah bisa ekspor kepiting.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BKIPM Tarakan, Umar, Minggu (17/5/20)

"Kepiting rencananya hari Senin (18/5/2020) sudah mulai ya. Malaysia sudah buka lah ya, ekspor sudah mulai ada ke sana.

Iya mulai Senin rencananya sih, tapi ndak tau Malaysia, siapa tahu bisa berubah lagi kan kita ndak tahu," ujar Umar.

Ia mengungkapkan bahwa bagi pengekspor yang ingin mengekspor kepitingnya ke Malaysia perlu memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Malaysia.

"Sudah, sudah mulai melapor, tapi memang sama dengan negara kita, bahwa siapa pun yang masuk (pengekspor) harus bebas rapid test terkait dengan Covid-19," ungkap dia.

Baca juga; Alfamidi Buka Cabang di Kota Tarakan, Walikota Khairul Memberikan Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Baca juga; Malam Seribu Bulan yang Ditunggu-tunggu Umat Islam, Ini 14 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Baca juga; Empat PDP Meninggal Dunia di Tarakan Dinyatakan Negatif Covid-19

Tak hanya rapid test, pengekspor juga harus menggunakan alat pelindung diri ( APD ) lengkap saat melakukan ekspor ke Malaysia.

"Malaysia mempersyaratkan seperti itu. Kemarin saya dengar informasi, rata-rata mereka (pengekspor) sudah penuhi itu. Jadi mereka jalan hari Senin Insya Allah tidak apa," tandasnya

Sementara itu, Ia membeberkan bahwa selama pandemi, kepiting yang tertunda untuk diekspor sebanyak 15 ton per hari.

"Terkendala ada yang masih lewat ya kalau bapak dan ibu tahu sekarang ini kan pesawat yang dulunya penumpang sekarang ini jadi kargo kayak Lion, kemudian Batik Air, Sriwijaya apalagi kemudian kadang-kadang pesawat angkatan udara, kapal laut itu mengangkut itu," katanya.

"Kepiting? Iya, cukup besar masalahnya, jadi kadang-kadang dalam 1 hari itu karena sekarang kan ada 3 kapal bisa 15 ton setiap malam. banyangin kalau 15 ton setiap hari ditunda selama ini mau ke mana. Itu menjadi persoalan," tuturnya.

Penulis: Risnawati
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved