Breaking News:

Lebaran Virtual, No Problem!

BAGI mayoritas kaum muslim, rupanya lebaran kali ini kita harus belajar menahan rindu. Menahan kegembiraan untuk berkumpul bersama seluruh keluarga. S

cpsaonline.org
Ilustrasi. Jelang Idul Fitri, MUI mengeluarkan fatwa terkait Lebaran di tengah pandemi covid-19,dari Shalat Id berjamaah di rumah atau di luar rumah dan takbir di media sosial ( medsos ). 

BAGI mayoritas kaum muslim, rupanya lebaran kali ini kita harus belajar menahan rindu. Menahan kegembiraan untuk berkumpul bersama seluruh keluarga. Sebab, gelindan cobaan terus datang bertubi.

Pandemi Covid-19 memang telah mengubah banyak hal, termasuk juga dalam interaksi sosial kita. Ruangruang kehidupan dilakukan pembatasan demi kemaslahatan dan keselamatan.

Ya, tak terasa Ramadan telah memasuki babak sepuluh hari terakhir. Idul Fitri 1441 Hijriah ada di ujung mata. Lebaran telah menanti di ujung hari. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran telah menjadi semacam selebrasi bagi mereka yang telah sebulan berpuasa.

Merayakan kemenangan, sebagai simbol wujud perubahan dan peningkatan pribadi ke arah yang lebih baik. Lebaran identik dengan saling berkunjung dan berbagi, silaturahmi. Lebaran merupakan momentum menyambung tali keakraban yang terputus, merapatkan kembali cermin persaudaraan yang retak.

Ya, lebaran adalah wujud ekspresi hari raya bagi umat muslim di seantero dunia.
Namun, seiring pandemi Covid-19 yang belum reda, dan bahkan diprediksi hingga lebaran pun kemungkinan PSPB masih diberlakukan.

Maka, bisa dipastikan Idul Fitri kali ini, tak ada mudik. Tak ada salat Hari Raya. Tak ada silaturahmi fisik door to door. Tak ada anakanak keliling berombongan mencari “THR”. Tak ada ini dan itu, yang lazim kita temukan saat lebaran tiba. Secara tidak langsung, lebaran kali ini merupakan hari raya kemenangan dalam bingkai keprihatinan.

Corona “Liar”, Lebaran Ambyar?
Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan Surat Edaran No 6 tahun 2020, terkait panduan ibadah di bulan Ramadan dan Syawal, di tengah pandemi Covid19. Salah satunya adalah meniadakan Salat Idul Fitri pada 1 Syawal.

Panduan soal Salat Id ini sama dengan edaran Muhammadiyah meniadakan, sementara PBNU menyerukan Salat Id di rumah.
"Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah baik di masjid atau di lapangan, ditiadakan. Untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya," ucap Fachrul Razi dalam rilisnya, Senin (6/4).

Selain Salat Id, dalam edaran itu Menag juga mengimbau agar silaturahmi lebaran yang biasanya digelar dengan menemui kerabat dan tetangga, kini cukup via online. Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference.

Setahun sekali, setiap 1 Syawal, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri, dalam terminologi lokal Indonesia disebut sebagai lebaran. Pada hari tersebut, kegembiraan terpancar dari kalbu setiap orang. Bahagia karena telah mencapai kemenangan. Istilah “lebaran” selalu akrab dengan umat Islam Indonesia, melekat dalam budaya dan memiliki banyak dimensi makna. Mulai dari dimensi agama, sosial budaya, bahkan ekonomi.Meski beragam ekspresi dalam menyemarakkan lebaran baik di Indonesia maupun di sejumlah negara, namun sejatinya tradisi lebaran merupakan simbol berakhirnya puasa Ramadan.

Halaman
123
Tags
covid-19
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved