Pembelajaran Daring Diapresiasi Masyarakat, Bupati Kukar Sebut Pendidikan Dapat Prioritas Tertinggi

Pembelajaran secara daring yang dilakukan guru penggerak dan IGI Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

TANGKAP LAYAR YOUTUBE
Dialog virtual melalui YouTube Kota Raja Channel Diskominfo Kukar membahas mengenai pembelajaran daring yang dilakukan selama wabah Virus Corona melanda. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pembelajaran secara daring yang dilakukan guru penggerak dan IGI Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Pembelajaran daring mulai dilakukan di Kukar semenjak wabah Virus Corona ( covid-19 ) melanda yang mengakibatkan terhentinya proses belajar mengajar langsung di kelas.

Melalui dialog virtual yang dilakukan melalui youtube Kota Raja Channel Diskominfo Kukar, Bupati Kukar, Edi Damansyah menyampaikan program belajar mengajar secara daring merupakan solusi di tengah pandemi Virus Corona.

"Dibalik adanya kesulitan, pasti ada kemudahan. Saya berharap hal ini bisa dipermanenkan, bahkan ketika kondisi nantinya kembali normal," ucapnya.

Soal Pelaksanaan Shalat Id, Bupati Kukar Tunggu Edaran dari MUI, Ada Kecamatan Gelar di Lapangan

Bupati tidak memungkiri sejumlah wilayah masih terdapat keterbatasan sarana komunikasi, terutama jaringan internet untuk dapat mengakses pembelajaran daring tersebut, seperti yang terjadi di zona ulu.

"Memang masih ada keterbatasan, karena kondisi geografis kita yang terbagi dari zona tengah, zona pesisir dan zona ulu. Di zona ulu masih terbatas infrastruktur sarana komunikasi," jelasnya.

"Tetapi pembelajaran daring ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat, karena saat saya berkunjung ke kecamatan hingga desa terkait dengan penanganan covid-19, di sela itu warga apresiasi, mereka punya semangat tinggi untuk ikut serta pembelajaran daring ini," tuturnya.

Daftar Harga Kebutuhan Pokok di Kukar Hari Ini, Gula Pasir Capai Rp 12 Ribu Per Kg

Menurutnya, pembelajaran daring ini merupakan hikmah yang dapat dipetik dari pandemi Virus Corona yang terjadi saat ini. "Dengan media ini bisa jadi solusi agar pembelajaran tetap bisa berjalan," ujarnya.

Pemkab Kukar menempatkan pendidikan sebagai prioritas tinggi. Bahkan, tahun 2020 kebijakan penganggaran dialokasikan sebesar 26 persen, dengan anggaran dana mencapai Rp 1,3 triliun.

Bupati pun berharap kemajuan Kukar ke depannya bersumber dari kualitas sumber daya manusianya, bukan dari sumber daya alamnya.

Remaja Asal Muara Jawa Positif Covid-19, Jadi Pasien ke-42 di Kukar

"Ke depannya kemajuan di Kukar bukan terletak dari SDA nya, tapi dari kualitas SDM nya," ucapnya. 

Pada dialog virtual yang dilakukan pada Sabtu (16/5/2020) lalu, selain Bupati Kukar, terdapat narasumber lainnya, di antaranya Ketua IGI pusat, Muhammad Ramli Rahim; Ketua IGI Kalimantan Timur, Suparno Gofar; Ketua IGI Kukar, Sutopo Gasif; serta guru penggerak Kukar, Shanti Agustiani. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved