Breaking News:

Tak Hanya Said Didu, Bareskrim Polri Juga Panggil Sosok Ini di Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Tak hanya Said Didu, Bareskrim Polri juga panggil sosok ini di kasus pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan

Kompas.com/Murti Ali Lingga-Ade Miranti Karunia Sari
Luhut Binsar Pandjaitan - Said Didu. Lanjutan kasus Said Didu vs Luhut, kali ini beredar pesan berantai dukungan untuk Said Didu, ada 871 nama yang tercantum, banyak purnawirawan 

TRIBUNKALTIM.CO - Tak hanya Said Didu, Bareskrim Polri juga panggil sosok ini di kasus pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan.

Perseturuan antara Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dengan Said Didu terus bergulir.

Usai meminta keterangan pada Said Didu, Bareskrim Polri akan memanggil sosok lain yang merupakan teman bicara Said Didu.

Diketahui, Luhut Binsar Pandjaitan via kuasa hukumnya melaporkan Said Didu atas dugaan pencemaran nama baik.

Bareskrim Polri memanggil Hersubeno Arief untuk dimintai keterangan sebagai saksi, Selasa (19/5/2020) besok.

Hersubeno dipanggil terkait laporan yang dilayangkan kuasa hukum Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Said Didu.

Perintah Baru Jokowi ke Panglima TNI dan Kapolri Idham Azis Soal Virus Corona, Sampai Usai Lebaran

 Nada Bicara Jokowi Meninggi, Tegaskan ke Menterinya Belum Ada Pelonggaran PSBB, Singgung Soal Mudik

 Blak-blakan, William Aditya PSI Bongkar Cara Janggal Anies Baswedan Potong APBD Atasi Virus Corona

Said Didu sendiri telah dimintai keterangan pada Jumat (15/5/2020) lalu.

"Pasca-pemeriksaan terhadap SD (Said Didu), Jumat 15 Mei 2020 di Bareskrim Polri, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi atas nama Hersubeno Arief, HA," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui telekonferensi, Senin (18/5/2020).

Diketahui, mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut dilaporkan kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan dengan dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau menyebarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran di masyarakat.

Asal mula tuntutan ini terjadi dari kanal YouTube Muhammad Said Didu beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved