Ramadhan

Tergolong Zona Merah dan Transmisi Lokal, 8 Kecamatan di Kukar Dilarang Shalat Idul Fitri Berjamaah

Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka tidak sepenuhnya dilarang di Kabupaten Kutai Kartanegara

TRIBUNKALTIM.CO /JINO PRAYUDI KARTONO
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka tidak sepenuhnya dilarang di Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar.

Di tengah pandemi wabah virus corona saat ini, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kukar bersama Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) tetap membolehkan masyarakat Kukar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah.

Namun, tidak semua masyarakat dibolehkan untuk menggelar shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid ataupun lapangan terbuka.

Kecamatan yang tergolong zona merah dan transmisi lokal penyebaran virus corona tidak diperkenankan untuk menggelar shalat Idul Fitri berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka, dan dianjurkan untuk menggelar shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Baca juga; BREAKING NEWS Bupati Kukar Edi Damansyah Beber Kronologi Penambahan Kasus Covid-19 Warga Muara Jawa

Baca juga; Terkuak Bagaimana Sebenarnya Ambisi Sandi Jadi Ketum Gerindra, Obrolan 4 Mata dengan Prabowo Dibeber

Baca juga; Ada 3 Waktu yang Paling Mustajab untuk Berdoa di Bulan Suci Ramadhan, Termasuk Malam Lailatul Qadar

Terdapat delapan Kecamatan yang tidak diperkenankan menggelar shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka, di antaranya;

* Tenggarong,

* Samboja,

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved