Breaking News:

Abaikan Pembatasan Sosial, Penegakan Hukum Jadi Solusi

RAMAI diberitakan di media sosial, kerumunan massa warga yang tengah berada di pusat keramaian, seperti pasar, mal-mal hingga bandara. Mereka mengabai

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Abaikan Pembatasan Sosial, Penegakan Hukum Jadi Solusi 

RAMAI diberitakan di media sosial, kerumunan massa warga yang tengah berada di pusat keramaian, seperti pasar, mal-mal hingga bandara. Mereka mengabaikan anjuran pemerintah untuk melaksanakan physical distancing, jaga jarak, dan mengenakan masker saat berada di tempat umum. Padahal, Pemerintah Daerah telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemberlakukan PSBB merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah untuk mengurangi laju penyebaran wabah Covid-19 atau virus Corona.

Namun, sayang fakta yang ada di masyarakat justru seakan tidak menghiraukan adanya kebijakan PSBB tersebut. Hal tersebut seperti yang terjadi di Pasar Anyar Bogor yang dikutip dari unggahan akun Instagram @camerapenjurunews berikut ini.

Saat ini, Pemerintah Kota Bogor telah memperpanjang waktu PSBB terhitung sejak 13 Mei hingga 26 Mei 2020. Aturan dasar mengenai penerapan sanksi pelanggaran PSBB tersebut pada dasarnya merupakan tahap ketiga yang dilakukan oleh Pemkot Bogor.

Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa pelanggaran yang berupa tidak menggunakan masker di luar rumah akan dikenakan sanksi sosial dengan membersihkan sarana umum atau denda sebanyak Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu. (merdeka.com)

Tidak hanya itu, bagi pelaku usaha yang melanggar kebijakan PSBB tersebut akan dikenakan denda sebesar Rp1 juta hingga Rp10 juta. Hal ini berlaku pada jenis usaha yang tidak diberi pengecualian.

Di Kota Balikpapan, melalui Surat Edaran Walikota Balikpapan juga memberlakukan pembatasan keluar masuk warga dengan menutup sejumlah ruas jalan menuju pusat kota. Jam penutupan jalan mulai pukul 14.00 hingga 19.00 Wita dan pukul 24.00 hingga 02.00 Wita.

Kebijakan ini seperti halnya PSBB bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Seperti diketahui Kota Balikpapan sudah termasuk zona merah dengan jumlah kasus Covid-19 hingga saat ini mencapai 5.260 kasus orang dalam pemantauan (ODP), 327 pasien dalam pengawasan (PDP), 47 orang positif Covid-19, 31 orang sembuh, dan 2 orang meninggal.

Tentu upaya Pemerintah Kota mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan pembatasan sosial harus kita dukung bersama. Masyarakat jangan abai, atau malah mencari celah sehingga bisa keluar dengan bebas atau berkerumun di tempat publik.

Mengatasi pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Tim medis sebagai garda terdepan merawat pasien, pemerintah membuat kebijakan agar masyarakat tidak terpapar virus Corona ini, dan masyarakat harus sejalan mengikuti anjuran dan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Halaman
123
Tags
Opini
PSBB
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved