Breaking News:

Virus Corona

Angka Kematian Akibat Covid-19 Diprediksi 3x Lipat Data Pemerintah, Indonesia Gaungkan New Normal

Angka kematian akibat covid-19 diprediksi mencapai 3x lipat dari data yang disampaikan Pemerintah, namun Indonesia sudah gaungkan konsep new normal

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah petugas memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan alat berat di TPU Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Angka kematian akibat covid-19 diprediksi mencapai 3x lipat dari data yang disampaikan Pemerintah, namun Indonesia sudah gaungkan konsep new normal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Angka kematian akibat covid-19 diprediksi mencapai 3x lipat dari data yang disampaikan Pemerintah, namun Indonesia sudah gaungkan konsep new normal.

Konsep new normal sudah mulai digaungkan oleh Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, disebutkan angka kematian akibat covid-19 diprediksi mencapai 3x lipat dari data yang disampaikan Pemerintah, karena acuan yang digunakan berbeda. 

 Dikutip dari kompas.com, data kematian yang dirilis pemerintah hanya mencantumkan jumlah pasien meninggal setelah terkonfirmasi positif melalui tes molekuler PCR di laboratorium.

Padahal, menurut panduan terbaru Badan Kesehatan Dunia atau WHO, jumlah kematian covid-19 yang dilaporkan harus pula mencakup orang-orang yang meninggal dunia dengan gejala klinis diduga ( suspect ) covid-19.

Mengacu pada hal ini, kematian orang dalam pemantauan ( ODP ) dan pasien dalam pengawasan ( PDP ) yang meninggal dunia harusnya dilaporkan.

Pemerintah Sebut New Normal Bukan Pelonggaran PSBB, Kegamangan Tenaga Medis, Pesimis Akhir Pandemi

Bagaimana New Normal Setelah Pandemi Covid-19, Perubahan ketika Virus Corona Disebut tak Akan Hilang

Indonesia Hadapi Situasi New Normal, Luhut Binsar Pandjaitan Beri Gambaran Tak ada Cipika Cipiki

IDI Khawatir jika Teori Herd Immunity Dikembangkan dalam New Normal, Kita Terlalu Cepat Mengatakan

Koalisi Warga untuk Lapor covid-19 menginvestigasi, angka kematian akibat covid-19 di Indonesia --jika merujuk panduan WHO-- hingga 15 Mei 2020, telah menyentuh 4.848 kematian.

Dari 4.848 kematian itu, hanya 1.015 yang dirilis pemerintah (per 15 Mei 2020) sebagai kasus konfirmasi positif, dan 3.833 kematian suspect tidak diumumkan.

Perwakilan Koalisi Warga untuk Lapor covid-19 Irma Hidayana menyebutkan, investigasi itu dilakukan untuk melacak kematian ODP dan PDP di 18 provinsi di Indonesia.

Delapan belas provinsi itu meliputi Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, NTT, Riau, Sulawesi barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved