Breaking News:

Kurir Jaringan Malaysia Bawa 1 Kg Sabu Terancam Hukuman Seumur Hidup, Polresta Balikpapan Buru 2 DPO

Aprilius Stevani alias Fani (34), tersangka penyelundup narkoba jenis sabu seberat 1 kg lebih jaringan Malaysia, terancam hukuman seumur hidup.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO, ZAINUL
Tangkap kurir narkoba beserta barang buktinya sabu seberat 1.013 gram bruto sebagai bentuk konsisten Polresta Balikpapan dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Aprilius Stevani alias Fani (34), tersangka penyelundup narkoba jenis sabu seberat 1 kg lebih jaringan Malaysia, terancam hukuman seumur hidup.

Rencananya, barang haram dengan nilai fantastis tersebut akan diedarkan di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

Polresta Balikpapan sedang memburu 2 Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Samarinda yang diduga sebagai pengirim barang haram kepada tersangka Fani.

Kini Fani harus mendekam di balik jeruji besi sel tahanan polisi Polresta Balikpapan.

Dia ditangkap oleh jajaran opsnal Sat Resnarkoba Polresta Balikpapan pada Minggu sore kemarin (17/5/2020) saat hendak membawa sabu-sabu dari Kota Samarinda menuju ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pakaian Pelaku Bully Bocah Penjual Gorengan Jadi Sorotan, Disebut-sebut Pegawai PLN? Begini Faktanya

Ia diamankan di Jl. MT Haryono Balikpapan Utara, Kota Balikpapan sekitar pukul 17.00 Wita, beserta barang buktinya satu paket sabu dalam bentuk kemasan plastik bening dan di bagian luarnya dibungkus map warna cokelat dan disimpan ke dalam plastik warna hitam lalu disembunyikan ke dalam jok motornya.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka saat itu bukannya pasrah, namun justru malah berupaya melakukan perlawanan terhadap petugas. 

Merasa terancam keselamatannya, petugaspun akhirnya mengambil langkah tegas tindakan terukur dengan cara membidik tersangka hingga timah panas bersarang di bagian kakinya.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi menegaskan pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus tersangka dengan menetapkan dua DPO asal Samarinda yang saat ini identitasnya sudah dikantongi petugas.

IDI Khawatir Ada Aroma Herd Immunity Dalam New Normal yang Didengungkan Jokowi, Sangat Berbahaya

"Kita juga sedang melakukan pengejaran terhadap dua DPO lainnya yang saat ini identitasnya sudah diketahui. Keduanya itu diduga sebagai pengirim barang kepada tersangka," jelasnya, Senin sore (18/5/2020).

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved