Virus Corona di Samarinda

Bank Mandiri Samarinda Salurkan Paket Makanan & Sembako Senilai Rp 91 Juta untuk Penanganan Covid-19

Bank Mandiri Samarinda menyalurkan bantuan paket makanan dan sembako senilai Rp 91 juta untuk membantu penanganan pandemi virus Corona,

Bank Mandiri Area Samarinda
Bank Mandiri membeli paket makanan dan sembako dari toko atau Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) masyarakat, kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat. Penyaluran kebutuhan pangan ini dilakukan di wilayah Samarinda, Bontang dan sekitarnya. 

TRIBUN KALTIM. CO, SAMARINDA - Bank Mandiri Samarinda menyalurkan bantuan paket makanan dan sembako senilai Rp 91 juta untuk membantu penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Bantuan tersebut sudah dilakukan sejak 18 Mei 2020 hingga hari ini, yaitu berupa paket makanan dan sembako yang dibeli dari toko atau Usaha Mikro dan Kecil Menengah ( UMKM ) masyarakat dan dibagikan untuk masyarakat sekitar, penyaluran ini dilakukan di wilayah Samarinda, Bontang dan sekitarnya.

Menurut Vice President Bank Mandiri Area Samarinda Indrawan Mega Putra, bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid 19.

“Penanganan pandemic Covid-19 ini memerlukan dukungan dan gotong royong dari seluruh pihak. Dengan upaya maksimal dan dukungan seluruh komponen bangsa, mudah-mudahan penyebaran virus Covid-19 dapat berkurang dan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat kembali normal, sehingga perekonomian nasional juga dapat membaik,” ucap Indra, Rabu (20/5/2020).

Baca juga; Bank Mandiri Salurkan Bantuan Pangan Nontunai Kepada 100 KK Terdampak Covid-19 di Samarinda

Baca juga; Erick Thohir Bongkar Kondisi BUMN saat Virus Corona: Berat Sekali, Singgung Garuda & Bank Mandiri

Baca juga; Hadi Mulyadi Minta Bank Mandiri Buka Kantor di Perbatasan

Baca juga; Bank Mandiri Khitan 300 Anak di Pulau Kalimantan, Orangtua Anak Yatim Terharu Dibantu 

Dia menjelaskan, Bank Mandiri juga memberikan paket makanan dan sembako bagi kelompok masyarakat yang tidak memiliki pendapatan tetap bulanan dan kehilangan penghasilan.

Kelompok masyarakat tersebut antara lain tukang parkir, pengemudi kendaraan umum termasuk Angkutan kota, taksi, ojek/taksi online, pedagang kaki lima, tenaga harian lepas, pemulung dan pengangkut sampah yang tersebar di wilayah kalimantan timur dalam rangka meringankan dampak Covid-19.

"Meskipun, kami tahu nilai nominal ini tidak sebanding, tapi kami harap dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved