FPM Sampaikan Tuntutan Kebijakan Uang Kuliah Tunggal, Rektor IAIN Samarinda Angkat Bicara

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Perjuangan Mahasiswa (FPM) menggelar aksi di tengah pandemi virus Corona atau covid-19.

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Perjuangan Mahasiswa (FPM) menggelar aksi di tengah pandemi virus Corona atau covid-19 yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (20/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Perjuangan Mahasiswa (FPM) menggelar aksi di tengah pandemi virus Corona atau covid-19 yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

FPM melakukan aksinya di depan Kampus Institut Agama Islam Indonesia Kota Samarinda ( IAIN Samarinda ) dengan peragaan ada orang dengan mata dan mulut ditutup kain serta tangan diikat bagai rantai yang menyambung, tuntut terkait kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Rabu (20/5/2020).

Koordinator aksi Fiqry Afrilana Pasha menyebutkan adanya wabah virus Corona ini menyebabkan penurunan ekonomi yang di dapatkan oleh Negara.

Akibat adanya pandemi Covid-19 ini membuat KEMENAG RI untuk mengeluarkan surat B-752/DJ.I/HM.00/04/2020 tentang hal kebijakan pemotongan UKT senilai 10 persen pada tanggal 06 April 2020.

Baca Juga: Pasutri Meninggal Dunia Terpapar Virus Corona, 30 Pedagang yang Sempat Kontak Dilakukan Uji Swab 

Baca Juga: Warga Usia Dibawah 45 Tahun Dilonggarkan dalam PSBB, Kurangi Dampak PHK Kala Pandemi Corona

"Hal ini dirasa cukup untuk meringankan beban Mahasiswa dalam pembayaran UKT karna disebabkan penurunan ekonomi masyarakat," ucapnya.

Namun, seiring berjalannya waktu Kemenag mencabut surat edaran sebelumnya yang mengintruksikan pemotongan UKT senilai 10 persen ini.

Dengan adanya surat edaran B-802/DJ.I/PP.00.9/04/2020 yang diberikan lagi oleh Kemenag pada tanggal 20 April 2020 perihal penetapan UKT seperti semula kembali sebagaimana yang ditetapkan.

Dari adanya berita ini membuat mahasiswa merasa kecewa akibat pembatalan pemotongan UKT senilai 10 persen ini.

"Melihat keputusan penarikan surat tersebut membuat kemarahan bagi Publik terkhusus Mahasiswa," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved