Hari Kebangkitan Nasional

Guru Semangat Mengajar di Pelosok Desa, Berdedikasi Tinggi tanpa Tunjangan Khusus

Operasional untuk menjangkau sekolah kunjung dilakukan secara mandiri, sukarela serta gotong-royong. Dilakukan sebagai bentuk rasa tanggung jawab.

Facebook Arian
Suasana belajar para murid SD di pelosok desa Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Catatan Perjalanan Ke Pelosok Kukar 14 Januari 2020

oleh Kepala Bidang Pengelolaan komunikasi Publik Diskominfo Kutai Kartanegara, Ahmad Rianto

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Menyelami Suka Duka Pendidik di Pelosok Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun.  Semangat Bangkitkan Pemerataan Pendidikan hingga Pelosok Kukar.

Bersama Kepala Sekolah dan guru-guru SD 014 Desa Kedang Murung mengajar di sekolah kunjung di Pelosok Desa di Dusun Rajak, yang hanya dapat di tempuh dengan menggunakan perahu dengan waktu kurang lebih dua jam pergi pulang dan tergantung dengan kondisi alam pasang surut air sungai. Tugas mengajar di Sekolah Kunjung Dusun Rajak di lakukan secara bergiliran dari 12 guru termasuk kepala sekolah untuk bertugas mengajar dari sekolah induk SD 014 ke Sekolah Kunjung di Desa Kedang Murung.

Uniknya lagi, sekolah induk SD 014 Kedang Murung yang letaknya di ibukota desa yang kondisi bangunannya berkonstruksi kayu ulin berada di sisi sungai dan dibelah dengan jalan utama desa berkonstruksi ulin. Bangunan Ruang Belajar dibelah jalan utama desa berada di Seberang Ruang Guru dan Kepala Sekolah

Siswa yang tercatat sebagai murid di Tahun Ajar 2019-2020 sebanyak 34 Siswa mulai dari kelas 1 (satu) Hingga kelas 6 (enam).
Kelas 1 jumlah 5 Siswa
Kelas 2 jumlah 6 Siswa
Kelas 3 jumlah 6 Siswa
Kelas 4 jumlah 8 Siswa
Kelas 5 jumlah 4 Siswa
Kelas 6 jumlah 5 Siswa

Walau jumlah siswa tidak banyak, guru-guru yang mengajar di sekolah induk SD 014 mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugasnya meski tidak mendapatkan tunjangan khusus sebagai pendidik wilayah terpencil. Operasional untuk menjangkau sekolah kunjung pun dilakukan secara mandiri dan sukarela serta gotong-royong, hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa tanggung jawab untuk melakukan pemerataan pendidikan di wilayah pelosok desa di Kutai Kartanegara.

Pengabdian guru yang mengajar hingga pelosok menjadi sebuah spirit tersendiri bagi generasi bangsa yang hidup diera millenial untuk tetap berjuang untuk merealisasikan cita-cita kemerdekaan yang di perjuangkan oleh pahlawan kita. Semangat di era generasi millennial ini untuk bangkit dari kebodohan, ketertinggalan dan harus mampu mengimbangi kemajuan zaman dengan ilmu pengetahuan.

Untuk itu sebagai generasi bangsa, kita tidak boleh diam, salah satu cita-cita kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, mari kita bangkit bersama agar kita mampu bersaing di era millenial ini.

Semangat belajar, memberikan motivasi bagi saudara kita yang berada di pelosok desa agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan menginspirasi semangat mengenyam pendidikan Untu kemajuan negeri ini.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Mari kita bangkit dari segala keterpurukan, Marilah kita bangkit untuk bisa membangun negeri ini menjadi lebih sejahtera. Sebagai penerus pembangunan Indonesia jangan hanya berpangku tangan, namun kita harus bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan.

Jadilah pemuda dan pemudi Indonesia generasi penerus pembangunan yang tangguh dan selalu memiliki tekad yang kuat untuk mengharumkan nama bangsa!

Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Untukmu Indonesiaku, merdeka!

Editor: Fransina Luhukay
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved