Sempat Terlantar di Pelabuhan Ferry Kariangau, Puluhan Korban PHK di Balikpapan Akhirnya Bisa Pulang

Lantaran tak punya ongkos untuk membeli tiket kapal laut menuju ke kampung halaman, ada warga terlantar di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Puluhan warga di Kota Balikpapan yang mengaku sebagai korban PHK sempat terlantar selema beberapa hari di kawasan Pelabuhan kapal Ferry Kariangau, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (20/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Lantaran tak punya ongkos untuk membeli tiket kapal laut menuju ke kampung halaman, ada warga terlantar di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur

Puluhan warga di Kota Balikpapan yang mengaku sebagai korban PHK sempat terlantar selema beberapa hari di kawasan Pelabuhan kapal Ferry Kariangau, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Para korban PHK tersebut diketahui saat jajaran TNI-Polri menggelar kegiatan bagi-bagi sembako kepada warga terdampak Corona atau covid-19.

Mengetahui hal ini, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Balikpapan Barat langsung bergegas turun tangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Baca Juga: BREAKING NEWS Walikota Balikpapan Rizal Effendi Batalkan Izin Shalat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

Baca Juga: Hari Terakhir Operasional Jelang Libur Lebaran Idul Fitri, Bankaltimtara Samarinda Diserbu Nasabah

Sejumlah instansi yang langsung turun tangan. Mulai dari Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Imam Tauhid, Danramil 0905-02/Balikpapan Barat Mayor Inf Masrukan, Camat Balikpapan Barat M Arif Fadhilah dan Lurah Kariangau M Iskandar.

Mereka langsung menyambangi para korban PHK yang terlantar itu dan memintai keterangan serta identitas lengkap mereka satu persatu.

Jajaran Muspika kecamatan Balikpapan Barat melakukan koordinasi dengan pihak kapal ferry dan mengusulkan agar warga yang berasal dari Sulawesi Tengah itu bisa mudik ke kampung halamannya.

Beruntung pihak Kapal Ferry di Balikpapan langsung merespon cepat dan turut memberikan solusi terbaik.

Puluhan warga terlantar itu akhirnya langsung diperbolehkan berlayar menuju kota Palu, Sulawesi Tengah tanpa dipungut biaya pembayaran tiket kapal.

“Ya betul mereka ini berjumlah 23 orang dan terlantar disini. Alhamdulillah setelah kami berkoordinasi dengan kapten kapal, mereka diperbolehkan naik kapal secara gratis," ujar Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Imam Tauhid disampingi Danramil dan Camat Balikpapan Barat, Rabu (20/5/2020).

Tak hanya bisa pulang kampung secara cuma-cuma, para warga telantar itu juga langsung diberi bantuan sembako berupa beras dan nasi bungkus dari Muspika Balikpapan Barat.

Bantuan itu nantinya sebagai bekal mereka selama dalam perjalanan dan ketika tiba di kampungnya masing-masing.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved