Ramadhan

Warganet Berkomentar Atas Kebijakan Pemkot Samarinda Soal Ditiadakannya Shalat Idul Fitri di Masjid

Ramai di dunia maya, warganet menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Samarinda ( Pemkot Samarinda ) Kalimantan Timur.

SHUTTERSTOCK
Media sosial Facebook. Ramai di dunia maya, warganet menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Samarinda ( Pemkot Samarinda ) Kalimantan Timur yang memutuskan tiadakan Shalat Idul Fitri di masjid karena masih pandemi Corona atau covid-19. 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Ramai di dunia maya, warganet menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Samarinda ( Pemkot Samarinda ) Kalimantan Timur yang memutuskan tiadakan Shalat Idul Fitri di masjid karena masih pandemi Corona atau covid-19.

Keputusan itu berdasarkan kesepakatan rapat antara Dinas Kesehatan, Kementerian Agama Samarinda, MUI Samarinda, Dewan Masjid dan stakeholder terkait beberapa waktu lalu.

Komentar warganet tersebut dilayangkan di akun resmi Pemkot Samarinda. Masyarakat menilai kebijakan meniadakan Shalat Idul Fitri di masjid dan melaksanakan di rumah masing-masing.

Sangat jauh berbeda dengan kondisi pasar, mall ataupun bandara yang akhir-akhir ini mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Baca Juga: BREAKING NEWS Walikota Balikpapan Rizal Effendi Batalkan Izin Shalat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

Baca Juga: Hari Terakhir Operasional Jelang Libur Lebaran Idul Fitri, Bankaltimtara Samarinda Diserbu Nasabah

"Mohon maaf kalo boleh kasih komentar, emang butuh waktu berapa lama beribadah di masjid? Berjam-jam dari pagi sampai sore?. Sedangkan kita sebelum masuk masjid aja sudah disuruh cuci tangan pakai sabun, belum lagi disensor kepala dan juga pasti berwudhu untuk mensucikan diri. Nah, ke mal, ke pasar, tempat hiburan, nonton konser amal katanya apakah waktu lebih sedikit daripada sholat? Mikir yang sehat dan ingat azab," komentar salah satu warganet, dengan nama akun Facebook Aisyah Nur Jannah, dalam kolom akun Facebook Pemkot Samarinda.

Adapun cuitan warganet dengan akun Facebook Wahyudin Nur yang mengatakan berhubung MUI Samarinda mengusulkan dilarang Shalat Idul Fitri di masjid atau lapangan.

Maka ia akan mengusulkan agar Shalat Idul Fitri dipindahkan ke mal atau ke bandara.

Menanggapi hal itu, atas banyaknya protes warganet ataupun warga biasa, terkait imbauan tersebut. Assiten I Sekkot Samarinda, Tejo Sutarnoto mengatakan dalam mengambil keputusan ini, Pemkot Samarinda melibatkan seluruh unsur terkait. Salah satunya Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved