Breaking News:

Kisah Haru Perawat di Bontang Tangani Pasien Covid-19, Dua Bulan tak Bisa Peluk dan Cium Anak Istri

Perawat dan tim medis menjadi pejuang garda depan dalam upaya penanggulangan pandemi Virus Corona (covid-19).

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/M FACHRI RAMADHANI
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bontang, Surya Wijaya usai menyampaikan curahan hatinya di hadapan Walikota Bontang, Neni Moerniaeni di Pendopo Rujab Walikota. 

Tanpa bisa menyentuh, apalagi mencium istri dan buah hati.

Lebih lanjut, Surya membeberkan mereka sempat dikarantina di RSUD Bontang.

12 Tahun Jadi Petani, Ibu di Samarinda Beralih Geluti Jasa Cleaning Service Panggilan

Namun pasca ditemukan 30 lebih tenaga medis yang rapid test mereka reaktif, membuat mereka pindah karantina.

Mereka diinapkan di Hotel Gran Mutiara, kemudian berpindah lagi ke Hotel Raodah Bontang, Kalimantan Timur.

"Dua bulan lebih kita ditempatkan di sana. Tak pulang ke rumah. Bukan karena tak mau. Tapi kita menjaga diri kita, jangan sampai terpapar atau membawa virus ke rumah, kemudian bertemu orang yang kami cintai," ungkapnya.

Selama dikarantina di hotel secara khusus, ia mengaku dukungan pemerintah dan masyarakat Bontang sangat menguatkan mereka.

"Baik itu bantuan APD maupun vitamin. Mewakili teman-teman yang bertugas saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," tuturnya.

Menyampaikan pesan rekan-rekan perawat yang berjuang melawan covid-19, Surya meminta agar masyarakat tetap berada di rumah, tak melakukan aktivitas dengan mengumpulkan massa di suatu tempat.

Physical distancing dan protokol kesehatan Kemenkes masih jadi senjata ampuh memutus penyebaran Virus Corona.

"Teman-teman pesan, kalau bisa untuk memutus mata rantai, lebih baik kita beraktivitas di rumah," tuturnya.

Terakhir Terima 2007, Tahun Ini Tenaga Honorer di Lingkungan Pemkab Kukar Kembali Dapat THR

Bahkan, Surya menganalogikan virus ini ibarat dosa. Kenapa orang banyak dan mudah berbuat dosa? Karena dosa tak langsung dirasakan dampaknya. Namun, bakal dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved