Ramadhan

Pembagian Paket Sembako Tahap Kedua Pemkot Samarinda Sebelum Lebaran Dibatalkan

Pembagian paket sembako tahap ke dua yang direncanakan Pemerintah Kota atau Pemkot Samarinda sebelum Lebaran atau hari raya Idul Fitri dibatalkan.

TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Ridwan Tassa, Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda. 

TRIBUN KALTIM. CO, SAMARINDA - Pembagian paket sembako tahap ke dua yang direncanakan Pemerintah Kota atau Pemkot Samarinda sebelum Lebaran atau hari raya Idul Fitri dibatalkan.

Mengingat pada hari ini sudah H-3 lebaran, maka waktu terlalu mepet untuk tetap melakukan proses dan tahap pembagian tersebut. Sehingga rencana sebelum Lebaran batal dibagikan sebelum Lebaran.

Perihal tersebut disampaikan, langsung oleh Kepala Dinas Sosial Ridwan Tassa, saat dihubungi Tribunkalti.co, Kamis (21/5/2020).

Ridwan Tassa menyebutkan bahwa orang semua lagi pada sibuk untuk ngurusi kesiapan lebaran, ditambah lagi jumlah pembagiaannya lebih banyak dari pada pembagian tahap pertama.

"Jadi habis lebaran dibagikannya, untuk pastinya belum diketahui karena masih dalam perancangan," ucap Ridwan Tassa.

Baca juga; Akhir Ramadhan, Ibu Hetty Andika Perkasa dan Persit Pusat Bagikan 585 Paket Sembako

Baca juga; Pupuk Kaltim Salurkan Donasi Rp2,2 Miliar untuk Sembako Warga Bontang Terdampak Covid-19

Baca juga; Jadwal Belajar dari Rumah TVRI SD Kelas 1 2 3 Si Kumbi Anak Jujur Monster Dur Dur, Jumat 22 Mei 2020

Pada pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kota atau Pemkot Samarinda akan melakukan pembagian paket sembako tahap ke dua, sebelum akhir bulan Ramadan atau sebelum hari raya Idul Fitri ( Lebaran ).

Perihal tersebut disampaikan Ridwan Tassa Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, saat dihubungi Tribunkaltim via telepon seluler, pada Jumat (15/5/2020).

Ridwan menyebutkan Bantuan Sosial (Bansos) paket sembako tahap kedua akan diusahakan pembagian dilakukan sebelum akhir bulan ramadan atau sebelum lebaran.

Untuk data yang yang tersedia dari Dinas Sosial kota Samarinda ada 38.000 penerima, "Data tersehut hasil dari 41.000 data yang telah diverifikasi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga menjadi 38.000 kurang lebihlah begitu, karena masih ada data masuk-masuk ini," terangnya.(m14)

Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved