Pemerintah Imbau Shalat Id di Rumah, Dua Legislator Bontang Sebut tak Wakili Pendapat Takmir Masjid

Dua legislator Bontang ini tak dapat menyembunyikan kekecewaan mereka pasca ditetapkan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masi

TRIBUNKALTIM.CO/M FACHRI RAMADHANI
Suasana musyarawah penentuan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, Rabu (20/5/2020) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Dua legislator Bontang ini tak dapat menyembunyikan kekecewaan mereka pasca ditetapkan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing oleh pemerintah.

Raut wajah mereka tiba-tiba mengkerut. Kepala tanpa sadar menggeleng ke kiri dan kanan, masih tersisa mimik kecewa di wajah mereka. Namun helaan nafas panjang membuatnya melorot pasrah.

Raut wajah kecewa ditampakkan saat berbincang dengan TribunKaltim.co soal pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah pandemi Virus Corona ( covid-19 ).

Pemerintah mengimbau agar masyarakat menunaikan shalat Idul Fitri di rumah saja, berdasarkan hasil musyawarah yang dihadiri Walikota Bontang, jajaran Forkominda, Ormas Islam, DMI, MUI, IDI dan PPNI pada Rabu (20/5/2020) kemarin.

12 Tahun Jadi Petani, Ibu di Samarinda Beralih Geluti Jasa Cleaning Service Panggilan

Kepada TribunKaltim.co, Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyesalkan pendapat Dewan Masjid yang tak menyampaikan pendapat ta'mir masjid se-Kota Bontang dalam musyawarah tersebut.

Ia menduga tak ada penghimpunan pendapat yang dilakukan Dewan Masjid, sehingga tak ada aspirasi pengurus masjid yang diserap, kemudian membuat pernyataan yang mewakili seluruh pengurus masjid Kota Bontang.

”Banyak yang datang ke kami (DPRD) minta pelaksanaan shalat di masjid. Berarti kan tidak semua menyetujui shalat di rumah. Ada sebagian yang menghendaki shalat Id tetap di masjid namun tetap menggunakan protokoler kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Bakhtiar Wakkang, politisi Partai Nasdem turut ambil bagian menyuarakan keinginan kuat masyarakat yang rindu melaksanakan shalat Idul Fitri berjemaah di Bontang.

Sidang Kasus Korupsi Mantan Kadis Pasar Samarinda Sulaiman Sade Ditunda Hingga Usai Lebaran

Sekadar diketahui, pada tahun sebelumnya di sejumlah kawasan terjadi banjir sehingga sebagian warga tak sempat melaksanakan shalat Id lantaran sibuk mengurus rumahnya yang kemasukan air.

BW, sebutan lain Bakhtiar Wakkang, meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah. Ia pun menguji pandangan pemerintah dalam musyawarah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved