Permintaan Surat Keterangan Sehat Membludak, Nakes di Posko Pelabuhan Feri Kariangau Kewalahan

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah mengerahkan tenaga kesehatan (nakes) ke posko covid-19 yang berada di Pelabuhan Feri Kariangau. Meski telah men

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Posko di Pelabuhan Feri Kariangau, Kota Balikpapan. Tenaga kesehatan di posko kewalahan melayani surat keterangan sehat dari warga yang membludak. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah mengerahkan tenaga kesehatan (nakes) ke posko covid-19 yang berada di Pelabuhan Feri Kariangau.

Meski telah menempatkan tenaga kesehatannya, namun pemeriksaan bagi warga yang menggunakan jasa pelayaran masih terkendala.

Adapun hal ini disebabkan karena banyak masyarakat ingin menyeberang, tapi tak memiliki surat keterangan sehat.

Sehingga mereka pun terpaksa harus mencari surat keterangan itu, ke puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Kariangau.

12 Tahun Jadi Petani, Ibu di Samarinda Beralih Geluti Jasa Cleaning Service Panggilan

"Tiba di dekat feri sudah mau naik tidak punya surat keterangan sehat. Mereka gedor-gedor lagi cari puskesmas terdekat, akhirnya lari ke Puskesmas Kariangau," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota, Andi Sri Juliarty.

Hal itu pun ternyata membuat masalah baru, sebab tenaga kesehatan yang berada di posko maupun puskesmas jumlahnya terbatas.

Lantaran alasan itu, penerbitan surat kesehatan untuk masyarakat nantinya hanya akan dilayani pada jam kerja saja, pada pukul 09.00-14.00 Wita.

"Kita kewalahan tenaga di sana terbatas, akhirnya kita ambil langkah penerbitan surat keterangan hanya sampai pada jam kerja puskesmas saja," ujarnya.

Sidang Kasus Korupsi Mantan Kadis Pasar Samarinda Sulaiman Sade Ditunda Hingga Usai Lebaran

Sekadar diketahui, Pelabuhan Feri Kariangau Kota Balikpapan dibuka selama 24 jam.

Dengan begitu, Andi menegaskan, permintaan surat keterangan sehat di atas jam kerja puskesmas, otomatis harus dicari di tempat lain.

Ia terus mengimbau agar setiap masyarakat yang akan berpergian keluar daerah dapat memeriksakan dirinya sebelum berangkat.

Bupati Kukar Edi Damansyah Sebut THL Dapat THR Rp 1 Juta, Nominal Disesuaikan Keuangan Daerah

Hal ini dilakukan agar tak menjadi beban tambahan tersendiri bagi tenaga kesehatan yang memiliki keterbatasan.

"Sebenarnya aturan telah mewajibkan masyarakat untuk memeriksakan diri di setiap daerahnya. Tapi sekarang kita juga ketambahan harus melayani orang-orang yang mau menyeberang menggunakan feri," ucapnya. (*)

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved