Sidang Kasus Korupsi Mantan Kadis Pasar Samarinda Sulaiman Sade Ditunda Hingga Usai Lebaran

Agenda lanjutan sidang mantan Kepala Dinas Pasar Kota Samarinda, Sulaiman Sade pada Rabu (20/5/2020) kemarin, resmi ditunda hingga usai lebaran.

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI DWI PRASETIYO
Agenda lanjutan sidang mantan Kepala Dinas Pasar Samarinda, Sulaiman Sade pada Rabu (20/5/2020) kemarin, resmi ditunda hingga usai lebaran 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Agenda lanjutan sidang mantan Kepala Dinas Pasar Kota Samarinda, Sulaiman Sade pada Rabu (20/5/2020) kemarin, resmi ditunda hingga usai lebaran.

Hal tersebut dikarenakan pihak kuasa hukum terdakwa belum menyiapkan berkas nota pembelaannya.

Seharusnya agenda sidang Sulaiman Sade kemarin berlanjut dengan pembelaan terdakwa dengan dua terdakwa lainnya yang juga terseret dalam kasus tersebut.

"Sidang ditunda, penasihat hukum terdakwa Sulaiman Sade belum siap dengan Nota Pembelaannya. Persidangan ditunda dan masih memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan pada persidangan selanjutnya," jelas Abdul Rahman Karim, Hakim Jurubicara Pengadilan Negeri Samarinda.

Lebih lanjut, dia mengatakan, jadwal sidang Sulaiman Sade nantinya akan dilanjutkan pada tanggal 27 Mei mendatang tepatnya pada momen lebaran Idulfitri ke-empat.

Alat TCM-TB di RSUD Kudungga Sangatta untuk Deteksi Covid-19 Baru Dioperasikan Usai Lebaran

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Sulaiman Sade dituntut delapan tahun kurungan penjara.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doni Dwi, menyebut Sade sebagai aktor intelektual dalam kasus rasuah senilai Rp 18 miliar tersebut.

Sulaiman Sade selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bersama Said Syahruzzaman selaku Kontraktor dan Miftachul Choir selaku PPTK, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam dakwaannya, Kesatu Jaksa Penuntut Umum, Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Update Kasus Covid-19 di Kukar, Tambah Dua Pasien Positif asal Marangkayu dan Samboja

Sulaiman Sade dalam amar tuntutan JPU dituntut dengan pidana penjara selama 8 tahun denda Rp 500 Juta Subsidair 3 bulan kurungan.

Selain itu, dia juga dikenakan membayar uang pengganti (UP) senilai Rp 1.107.000,00. Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Sedangkan barang bukti berupa uang senilai Rp 30 juta dari Said Rian dirampas negara. 

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Imbau Shalat Idul Fitri di Rumah Saja dan Tiadakan Open House

Terhadap terdakwa Said Syahruzzaman selaku kontraktor, Jaksa menuntut dengan pidana penjara selama 9 tahun denda Rp 500 Juta Subsidair 3 bulan kurungan.

Sama dengan Sulaiman Sade, Said juga dikenakan membayar UP senilai Rp 3.735.000,00 Subsidair 3 tahun penjara.

Dan untuk Miftahul Khoir, Jaksa menuntutnya 7 tahun penjara denda Rp 500 Subsidair 3 bulan dan membayar UP senilai Rp116 Juta Subsidair 3 tahun. (*)

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved