Virus Corona

Bupati Pecat Tidak Hormat 109 Tenaga Medis, Marah Permintaan Mengada-Ada, Takut Urus Pasien Covid-19

Bupati Ogan Ilir pecat tidak hormat 109 tenaga medis, marah permintaan mengada-ada, takut urus pasien covid-19

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi. Petugas membawa keluar jenazah pasien dalam pengawasan ( PDP ) Covid-19 yang meninggal dari ruang isolasi RSUD Kota Bogor, Senin (11/5/2020). Pemerintah menyebut new normal bukan pelonggaran PSBB, begini kegamangan tenaga medis, pesimis akhir pandemi covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Ogan Ilir pecat tidak hormat 109 tenaga medis, marah permintaan mengada-ada, takut urus pasien covid-19.

Di masa pandemi Virus Corona atau covid-19, 109 tenaga medis justru dipecat.

Pemecatan pun berlangsung secara tidak hormat lantaran ratusan tenaga medis itu dinilai tak berani mengurus pasien Virus Corona atau covid-19.

Kejadian ini berlangsung di Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan atau Sumsel.

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam mengakui telah memecat 109 orang tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pemecatan tersebut dilakukan berawal dari adanya pemogokan yang dilakukan oleh tenaga medis tersebut.

 Anak Eks Bos Muhammadiyah Nyaris Bernasib Mirip Novel Baswedan, Amien Rais Curhat Turunnya Soeharto

 Cuti Bersama Idul Fitri Batal, Begini Jadwal Masuk Kerja PNS, Libur Pengganti Bukan Dekat Idul Adha

 Heboh, Jelang Idul Fitri 2020, Toko Ini Gratiskan Baju dan Perabotan, Warga Miskin Bebas Pilih

Mereka menuntut sejumlah permintaan yang disebut mengada-ada karena apa yang dituntutkan sudah disediakan.

Disebutkan pula sejumlah permintaan petugas medis tersebut hanya alasan karena mereka takut menangani pasien terinfeksi Virus Corona.

Dilansir Kompas.com, Jumat (22/5/2020), Ilyas yang ditemui di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, mengatakan bahwa ia akan merekrut petugas medis yang baru.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved